Warga Korban Banjir Keluhkan Belum Ada Bantuan Logistik dari Pemkot Jayapura

Warga saat melakukan pembersihan pasca banjir di Kota Jayapura.

Keterangan gambar : Warga Abepura saat melakukan pembersihan pasca banjir menerjang tempat tinggal mereka. (Foto : Irfan)

JAYAPURA, Potret.co – Masyarakat yang terdampak bencana banjir di Kota Jayapura, khususnya di Distrik Abepura yang tinggal di bantaran Kali Acai mengeluhkan belum adanya bantuan logistik dari Pemkot Jayapura meski bencana telah terjadi selama 16 jam berlalu.

Menurut salah seorang warga korban banjir Zulhajji (44), banjir menggenangi rumah warga mulai sekitar pukul 23.30 WIT, Kamis (6/1/2022).

“Sepengetahuan saya dari pagi itu belum ada yang masuk kesini. Mungkin akses jalannya juga belum bisa dijangkau,” kata Zulhajji yang kesehariannya berdagang di Pasar Youtefa.

“Harapan kami dari pihak pemerintah yang turun mengecek apa yang dibutuhkan oleh warga korban banjir. Mungkin seperti logistik, karena sementara ini kita belum bisa masak, semua alat-alat dapur (masak) tidak ada semuanya, baik terendam atau sudah hanyut saat kejadian,” kata Zulhajji. 

Wakil Walikota Jayapura, H. Rustan Saru mengatakan, distribusi bantuan logistik para korban banjir belum semuanya disalurkan lantaran masih terbatas.

“Memang belum semua, karena logistik masih terbatas. Untuk di Organda, kita sudah bagikan 500 nasi bungkus per hari tiga kali, dan di tempat pengungsian sementara di Balai Sosial Tanah Hitam,” kata Rustan melalui telepon seluler, Jumat (7/1 2022) malam.

Warga saat melakukan pembersihan pasca banjir di Kota Jayapura

Rustan menjelaskan bahwa belum adanya distribusi bantuan logistik bagi para korban banjir lantaran Pemkot Jayapura masih melakukan pendataan warga yang terdampak.

“Masalahnya sekarang ini apakah warga mau mengungsi di tempat yang kami sediakan. Warga korban banjir ini kalau mau mengungsi langsung kita beri makan di tempat pengungsian. Jadi kalau tidak ada di tempat pengungsian, maka kita anggap sudah ada tempat tinggalnya sehingga tidak diberi bantuan logistik,” ucap Rustan.

Rustan mengatakan, warga korban banjir yang belum mendapat bantuan logistik harus melapor ke Pemkot Jayapura.

“Jumlahnya berapa dan di mana tempatnya, kita langsung bagi makan. Apalagi kalau untuk data (korban banjir) belum ada yang masuk ke kita sampai malam ini. Kalau ada yang bisa bantu di RT/RW untuk mendata korban banjir, kita langsung drop besok,” ujarnya.

Terkait pendirian posko induk pengungsian, Rustan mengatakan, lokasinya di Balai Sosial Kampkey, Kelurahan Awiyo, Distrik Abepura.

“Sabtu kita bangun posko dekat Hola Mart Youtefa untuk penanganan bagi korban banjir di Pasar Youtefa dan Kali Acai, di Organda juga satu tenda. Untuk pengungsinya di Balai Sosial Kampkey,” kata Rustan. (Irf)