Tinjau Distrik Kiwirok, Danrem JO Sembiring : Masyarakat Ingin Kembali Merayakan Natal

Danrem 172 PWY Brigjen TNI JO Sembiring memantau langsung Distrik Kiwirok Pegunungan Bintang sebelum mengembalikan warga ke wilayah tersebut 1

Keterangan gambar : Danrem 172 PWY Brigjen TNI JO Sembiring memantau langsung Distrik Kiwirok Pegunungan Bintang sebelum mengembalikan warga ke wilayah tersebut. (Foto : Istimewa)

PEGUNUNGAN BINTANG, Potret.co – Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan telah setahun lebih ditinggalkan warganya pasca kerusuhan yang terjadi pada September 2021.

Dari patroli yang dilakukan, tampak fasilitas umum seperti SD dan SMP Kiwirok berantakan lantaran sudah lama tidak digunakan, perumahan guru juga terlihat kosong.

Demikian juga Bandara Kiwirok terlihat landasan sudah mulai ditumbuhi rerumputan, Puskesmas dan Bank Papua Kiwirok terlihat habis dilahap api karena terbakar, sedangkan Gereja GIDI Kiwirok terlihat masih berdiri kokoh, perumahan masyarakat terlihat tidak berpenghuni karena sudah lama tidak digunakan.

Di Distrik ini hanya terlihat TNI/Polri yang berjaga dan juga Kelompok Separatis Teroris (KST) Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo yang dipisahkan dua bebukitan dan aliran sungai terlihat saling berjaga satu sama lain.

Setahun berlalu, 370 warga Kiwirok rindu terhadap kampung mereka dan ingin kembali hidup seperti biasa.

Namun, sebelum kembali ke kampung mereka, atas permintaan Pemkab Pegunungan Bintang, Danrem 172/PWY, Brigjen TNI JO Sembiring bersama Satgas Damai Cartenz serta Koramil Kiwirok melaksanakan patroli untuk melihat kondisi terkini distrik tersebut.

Danrem mengatakan, masyarakat yang mengungsi setahun lalu pasca tragedi berdarah ingin kembali ke kampung mereka dan merayakan Natal.

“Kunjungan saya ini untuk memberikan semangat moril kepada prajurit sekaligus memberikan penekanan kepada mereka terkait tugas yang dilaksanakan. Selain itu, saya kesini atas permintaan Bapak Bupati Pegunungan Bintang agar masyarakat Kiwirok yang pada September tahun lalu keluar dari Kiwirok ini kembali, ” ujar Danrem dalam keterangan tertulis, Jumat (4/11/2022).

Danrem menceritakan bahwa masyarakat keluar dari Distrik Kiwirok pada September tahun lalu ketika itu Pos TNI/Polri diserang dan kemudian terjadi pembakaran fasilitas umum seperti Puskesmas Kiwirok, Kantor Bank Papua Perwakilan Distrik Kiwirok, Kantor Distrik Kiwirok, Barak Dokter, Sekolah Dasar Kiwirok, dan Pasar Kiwirok.

Bahkan saat itu tenaga medis juga mendapatkan kekerasan hingga satu orang tewas ditembak dan  empat lainnnya luka-luka dan anggota TNI/Polri yang gugur.

“Atas perintah Bapak Pangdam XVII/Cenderawasih, saya berkoordinasi dengan teman-teman Polri dan kami sudah sepakat bagaimana kita kembalikan masyarakat. Tapi kondisi tempat ini juga seperti tidak semudah kita bayangkan,” ucapnya.

Distrik Kiwirok terdiri dari ketinggian yang mengakibatkan pesawat dan helikopter rentan masuk, sementara jalur tranportasi darat sama sekali tidak ada.

Bahkan beberapa waktu lalu, ungkap Danrem, ada pesawat yang mendorong masuknya logistik yang ditembak kembali dan ini yang membuat penerbangan sipil sampai sekarang belum masuk ke Kiwirok.

Oleh sebab itu, Danrem menargetkan yang pertama adalah bagaimana mengamankan jalur masuk pesawat sehingga pesawat sipil bisa masuk, karena menurutnya, ika masyarakat sudah ada di Kiwirok, namun pesawat belum bisa masuk, maka bantuan dari Pemda tidak akan dapat disalurkan dan pembangunan akan terhambat.

Sementara itu, terkait masih adanya KST yang mengganggu keamanan di Kiwirok, Danrem mengimbau Kelompok Lamek Taplo untuk mendukung rencana pemulangan masyarakat Kiwirok tersebut.

“Saya Danrem 172/PWY JO Sembiring kepada saudara saya Lamek Taplo menghimbau mari sama-sama membantu masyarakat Kiwirok dan jaga masyarakat kita. Kasian ini masyarakat yang sudah setahun lebih tidak melihat rumahnya, kampungnya, kebunnya dan mereka ini ingin maju dan kembali ke Kiwirok,’’ ujarnya.

Ia juga meminta untuk menghentikan kekerasan dan berharap pada bulan Desember warga Kiwirok yang keluar agar dapat merayakan Natal bersama.

“Tahun depan kita ada rencana untuk membangun di Kiwirok dan Bupati sendiri berkomitmen membangun Distrik ini. Data dari Polri, ada 50 warga yang akan kembali terlebih dahulu. Kita akan lihat perkembangannya, yang terpenting masyarakat merasa aman dulu distrik ini,’’ kata Danrem.

Danrem juga memastikan bahwa saat ini tidak ada lagi tenaga medis, guru dan masyarakat dan semua keluar.

Sementara itu, Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana mengatakan, mendukung penuh pemulangan masyarakat Kiwirok yang keluar pasca kejadian September 2021 lalu dan berharap Kiwirok dapat kembali aman.

Bupati meminta pihak keamanan TNI-Polri menjamin keamanan Kiwirok dan memastikan pesawat komersil bisa masuk sehingga bantuan dan pembangunan akan bisa dilakukan.

“Jika TNI-Polri pastikan keamanan dan pesawat komersil bisa masuk maka masyarakat akan kembali yakni terlebih dahulu kepala kampung dan pemuda dan selanjutnya masyarakat umum,” ucapnya.

Bupati juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Pusat untuk mendukung upaya Pemda Pegunungan Bintang untuk mengembalikan keadaan Kiwirok dan melakukan pembangunan  di Kiwirok. (Red)