Tak Terima Difitnah, Yan Mandenas Akan Laporkan Bupati Merauke ke Polisi

b35c3593-5287-42de-ac3e-f41c10ae81fc

Keterangan gambar : Anggota DPR RI, Yan Permenas Mandenas. (Foto : Tiara)

JAYAPURA, Potret.co – Tak terima difitnah, anggota DPR RI, Yan Permenas Mandenas akan melaporkan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka ke Polda Papua atas tuduhan pencemaran nama baik.

Yan Mandenas mengatakan, dirinya  telah difitnah menerima suap untuk memperlancar perubahan Undang-Undang Otonomi Khusus (UU Otsus) Provinsi Papua, terutama pasal tentang pemekaran.

Tak hanya itu, Yan Mandenas juga bakal melaporkan penyebar video pernyataan Bupati Merauke yang saat ini tengah viral di media sosial.

Dia mengatakan, jika dirinya telah berkomunikasi dengan Komarudin Watubun dan sepakat jika video tuduhan suap itu masih terus digulirkan, maka pihaknya akan melapor ke Polda Papua.

“Saya dan pak Komarudin akan melapor secara resmi ke Polda Papua untuk minta proses penyelidikan lebih lanjut. Jadi, biarlah proses hukum yang menentukan kebenarannya, apalagi polisi memiliki alat teknologi yang canggih untuk melacaknya, termasuk melacak komunikasi kami, apakah benar itu bahasanya Bupati Merauke,” kata Yan Mandenas, Senin (18/7/2022).

Dia mengatakan bahwa jangan sampai hal tersebut menimbulkan image yang buruk dan dikonsumsi oleh kelompok yang menolak Otsus dan pemekaran, sehingga menganggap pembahasan Otsus dan DOB karena semua serba dibayar.

Yan Mandenas menegaskan bahwa dirinya menjamin tidak ada sepersen pun yang diterimanya untuk membahas revisi UU Otsus lantaran hal tersebut dilakukan murni untuk kepentingan masyarakat.

Dia pun mempersilahkan apabila ada pihak yang ingin melaporkan ke KPK dan Kehormatan DPR RI.

Yan Mandenas juga meminta Bupati Merauke untuk melaporkan penyebar video yang sedang viral tersebut dengan UU ITE jika bupati menganggap hal tersebut tidak benar.

Dalam pembahasan revisi RUU Otsus Papua, Yang Mandenas bersama Anggota DPR RI, Komarudin Watubun mengkoordinir untuk wilayah Papua dan Papua Barat.(Tia)