Soal Dana Hibah untuk KONI dan PB PON XX, Banggar DPR Papua Minta Penjelasan Gubernur

H. Kusmanto saat menyampaikan laporan Banggar DPR Papua dalam Sidang Paripurna ke IV DPR Papua, Selasa malam. Foto Tiara

JAYAPURA, Potret.co –  Dalam rapat paripurna ke IV Selasa (14/9/2021) malam, Badan Anggaran (Banggar) DPR Papua meminta penjelasan kepada Gubernur Papua terkait dengan kegiatan yang masih memerlukan penambahan dana dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Selain itu, Banggar juga meminta Gubernur Papua untuk menjelaskan penggunaan dana hibah tahun 2019 dan tahun 2020 yang diberikan kepada KONI Papua dan PB PON XX Papua.

Hal itu disampaikan H. Kusmanto saat menyampaikan laporan Badan Anggaran DPR Papua dalam  rapat paripurna ke IV DPR Papua dengan agenda Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Papua tahun 2020, yang berlangsung di ruang sidang DPR Papua.

“Belanja hibah yang sebagian besar diperuntukkan bagi kegiatan yang mendukung PON XX yang seharusnya dilaksanakan pada tahun 2020, namun karena pandemi Covid-19 sehingga mundur pelaksanaannya pada tahun 2021,” ujar Kusmanto.

Sehingga, Banggar berpendapat bahwa dengan adanya pengunduran pelaksanaan PON XX, semestinya  semua kegiatan pendukung pelaksanaan PON XX Papua sudah harus tuntas pengerjaannya.

“Namun, kenyataannya masih terdapat kegiatan yang belum selesai dan masih membutuhkan penambahan dana,” kata Kusmanto.

Banggar juga meminta penjelasan Gubernur terhadap persentase pelaksanaan pembiayaan dana Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Papua yang sudah dialokasikan untuk biaya pendidikan (30 persen) serta kesehatan dan perbaikan gizi masyarakat (15 persen).

Banggar DPR Papua berharap dengan adanya penghematan belanja 12,29 persen, tidak mengganggu tercapainya efektifitas maupun mutu serta target fungsional pada belanja – belanja tersebut.

Untuk diketahui, rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw didampingi Wakil Ketua III DPR Papua, Yulianus Rumbairussy. Dihadiri secara fisik anggota DPR Papua  sebanyak 50 persen dan secara virtual 50 persen. (Tia)