Siap Jadi Peserta Pemilu 2024, Partai Golkar Papua Lakukan Konsolidasi Hingga Tingkat Kampung

Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Papua, Drs. Yakob Ingratubun saat diwawancara

Keterangan gambar : Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Papua, Drs. Yakob Ingratubun saat diwawancara. (Foto : Tiara)

JAYAPURA, Potret.co – Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Papua, Drs. Yakob Ingratubun mengatakan bahwa Partai Golkar di Papua siap menjadi peserta Pemilu 2024.

Oleh karena itu, pihaknya akan melaksanakan konsolidasi tingkat kabupaten/kota dan tingkat distrik hingga kelurahan atau kampung terkait verifikasi faktual dan 1.000 kartu tanda anggota (KTA) bagi peserta pemilu untuk memenuhi syarat lolos ke Pemilu 2024.

Diakuinya, Papua dianggap terlambat, namun pihaknya tengah berupaya untuk mempersiapkan semua konsolidasi, sehingga setelah verifikasi dari KPU, Partai Golkar di 29 kabupaten/kota siap mengikuti pemilu.

“Konsekuensinya adalah ketika nanti tidak ada konsolidasi dan persyaratan 1.000 KTA maka kabupaten yang bersangkutan dianggap tidak lolos dan tidak bisa mengikuti pemilu, karenanya kita mempercepat Musda untuk menyelamatkan teman-teman di DPD II agar lolos dan menjadi peserta pemilu 2024,” jelasnya, Senin (20/6/2022).

Sebab untuk mencapai 1.000 KTA,  kata Yopi, terkadang mengalami kesulitan. Terlebih di daerah konflik seperti Kabupaten Intan Jaya, Nduga dan Puncak lantaran ada migrasi penduduk ke suatu tempat.

 Dia berharap ada pertimbangan politik dari penyelenggara terhadap kondisi keamanan di Papua, terlebih di daerah konflik, diberikan kompensasi dengan persyaratan lain yang dianggap lebih logis dan diterima.

“Karena ada laporan dari daerah konflik, penduduknya bermigrasi ke tempat lain, sehingga ini menjadi tantangan bagi semua partai politik karena mengalami hal yang sama. Jadi bukan hanya Partai Golkar saja. KPU RI juga harus melihat ada dispensasi bagi daerah konflik terutama dalam rekrutmen KTA itu. Jadi tidak perlu memenuhi 1.000 KTA, itu yang kami minta,” ujarnya.

Dia mengatakan, di Kabupaten Merauke dan sekitarnya sempat terkendala akibat putusnya jaringan internet, sehingga pengurus Partai Golkar Merauke mengantar berkas fisiknya ke DPD I Partai Golkar Provinsi Papua untuk diproses.

“Daerah-daerah yang bisa dengan internet, bisa langsung. Sebab, kami sudah punya operator di daerah masing-masing untuk bisa mengupdate langsung ke provinsi dan provinsi mengirim langsung ke server DPP. Karena ini terkoneksi langsung dengan server DPP, KPU dan Dukcapil sehingga data itu tidak bisa dimanipulasi. Jika double nama dengan salah satu partai politik, maka secara otomatis tidak bisa diterima,” jelasnya.

Yopi mengatakan, Partai Golkar Papua juga menginginkan regenerasi dalam partai berlambang pohon beringin itu ditingkat kabupaten/kota, sehingga perlu revitalisasi pengurus partai agar mereka mempunyai semangat dan komitmen membesarkan Partai Golkar di daerah masing-masing.

“Ya harapan kami pada tri sukses pemilu 2024 Pilpres, Pileg dan Pilkada nanti, Partai Golkar sudah bisa bersaing secara sehat dan merebut kekuasan dengan cara-cara yang santun, bijaksana dan bermartabat,” ucapnya.

Sebelumnya, Partai Golkar Papua telah melaksanakan Musda DPD II Partai Golkar se Wilayah Lapago, dan memutuskan Agus Hikdik Huby sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Jayawijaya, Pandumus Jikwa sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Tolikara, Paulus Kogoya sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Lani Jaya dan Ikabus Gwijangge sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Nduga. 

Sementara, Elias Basutey berhasil terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Mamberamo Raya dalam musda yang berlangsung di Kantor DPD I Partai Golkar Provinsi Papua, Senin (20/6/2022). (Tia)