Sembelih 23 Ekor Hewan Kurban, Masjid Al Askar Jayapura Bagikan kepada 1.300 Warga

Penyembelihan hewan kurban di Masjid Al Askar Jayapura

Keterangan gambar Penyembelihan hewan kurban di Masjid Al Askar Jayapura. (Foto : Potret.co)

JAYAPURA, Potret.co – Panitia Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah Masjid Al Askar Jayapura melakukan penyembelihan 23 ekor hewan kurban di halaman masjid tersebut, Minggu (10/7/2022).

23 ekor hewan kurban dengan rincian 20 ekor sapi dan 3 ekor kambing dari Jemaah, Pemerintah Kota Jayapura, salah satu partai politik, dan perorangan.

Ketua Panitia Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah Masjid Al Askar Jayapura,  Basri Taga mengatakan, daging hewan kurban akan disalurkan kepada 1.300 warga sekitar masjid, Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan petugas kebersihan.

‘’Mekanisme penyalurannya, warga datang ke tempat penyembelihan membawa serta kupon berwarna putih yang telah kami bagikan sebelum hari raya,’’ kata Basri.

Dia mengatakan, penyembelihan puluhan ekor hewan kurban tersebut dilakukan sehari. Sementara, pendistribusian daging kurban mulai pukul 13.00 sampai 19.00 WIT.

Basri menyebut, tahun ini jumlah hewan kurban yang diterima oleh panitia mengalami penurunan dibandingkan hari raya 1442 Hijriah.

‘’Tahun lalu kami menerima dan menyalurkan sebanyak 27 ekor hewan kurban, karena ada beberapa Jemaah yang setiap tahun berkurban sedang pulang kampung,’’ ucap Basri.

Ketua Takmir Masjid Al Askar Jayapura, Rahmatan Lilalamin menyebut, pembentukan panitia Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah oleh pengurus masjid agar pelaksanaan kurban berjalan dengan baik.

‘’Panitia bekerja mulai dari menerima sampai penyaluran daging kurban kepada yang berhak menerima. Pembagian tugasnya lebih gampang dan termonitor,’’ kata Rahmatan.

Pejabat Fungsional Medik Veteriner Ahli Madya Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua, drh. Nyoman Polos mengatakan, pihaknya memperkirakan kebutuhan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah kurang lebih 3.000 ekor.

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Papua ini pun mengungkapkan, sejak kasus penyakit hewan seperti anthraks merebak di wilayah Jawa, Pemerintah Provinsi Papua melarang masuknya hewan berkuku genap seperti sapi, termasuk produknya.

‘’Kami melarang hewan berkuku genap masuk ke Papua, apalagi untuk kurban. Hanya boleh didatangkan dari wilayah intra Papua,’’ kata Nyoman. (Ari)