Selama 19 Gelombang, 77.796 Orang di Papua Terima Kartu Prakerja

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto berdialog langsung dengan 12 alumni program Kartu Prakerja, di Kota Jayapura, Sabtu. Foto Syahriah

JAYAPURA, Potret.co – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto berdialog langsung bersama 12 alumni program Kartu Prakerja, di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (4/9/2021).

Dihadapan belasan alumni tersebut, Menko Airlangga didampingi Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan manfaat dari program Kartu Prakerja.

Menko Airlangga mengatakan, kartu Prakerja memberi banyak manfaat terutama dalam masa pandemi saat ini.

“Khususnya untuk membantu mereka para pengusaha UMKM yang ingin meningkatkan keahliannya  sekaligus mendapatkan tambahan permodalan dari insentif Kartu Prakerja. Selain itu, juga untuk mereka yang terkena PHK akibat pandemi Covid-19,” jelas Airlangga.

Secara nasional, Kartu Prakerja telah menerima sebanyak 10.081.935 orang selama 19 gelombang, dari pendaftar sejumlah 69.311.037 orang.

Khusus di Provinsi Papua, selama 19 gelombang terdapat 225.051 pendaftar, dan yang diterima sebanyak 77.796 orang. Sementara, untuk Kota Jayapura ada 35.064 orang yang mendaftar dalam 19 gelombang, dan yang diterima sebanyak 14.661 orang.

Salah satu alumni Kartu Prakerja, Verly Nomi Pelmelai mengaku pelatihan yang diikuti dalam program tersebut sangat bermanfaat baginya lantaran dapat mengaplikasikannya kepada anaknya yang menjadi pemenang kedua dalam Kontes Putri Cilik Papua.

Sementara, insentif yang didapatkan Verly dalam program tersebut digunakan untuk membeli peralatan make up. Verly menjadi penerima Kartu Prakerja pada gelombang 6.

Selain mengikuti pelatihan “Berdandan untuk Diri Sendiri”, Verly juga mengikuti pelatihan microsoft excel. Pelatihan tersebut dipilihnya lantaran berhubungan dengan posisinya saat ini yaitu bendahara gereja yang harus membuat laporan pertiga bulan.

Verly pun mengaku bersyukur sebagai salah satu alumni program Kartu Prakerja, sebab lewat program tersebut, Verly diberi kesempatan bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta.

Alumni lainnya, John Wempi Wona berusia 40 tahun mengaku mengambil tujuh jenis pelatihan dalam program tersebut, tiga diantaranya yaitu Sukses Jualan Online di Marketplace, Kursus Akuntansi Dasar dan Keuangan Bisnis – Bersertifikat, serta Bisnis Rumahan/UMKM Harus Tahu: Menentukan Badan Usaha.

Pasca mengikuti pelatihan, John kini berwirausaha online menjual berbagai jenis komoditi, seperti busana wanita, tas wanita, aksesoris wanita, kosmetik dan ramuan tradisional. John memasarkan dagangannya keluar Papua, dan mengambil barang dari Jakarta dan Surabaya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian, Sekretaris Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Wali Kota Jayapura, Pimpinan Wilayah 16 (Papua/Papua Barat) BNI, dan VP Divisi Hubungan Kelembagaan BNI. (Ari)