Satgas Pamtas RI – PNG Tangkap Dua Orang Pengedar Ganja

Dua pelaku penyelundupan narkoba jenis ganja melalui jalan tikus di daerah perbatasan RI – Papua Nugini diamankan TNI.

Keterangan gambar : Dua pelaku penyelundupan narkoba jenis ganja melalui jalan tikus di daerah perbatasan RI – Papua Nugini diamankan TNI, Kamis (16/6/2022). (Foto : Istimewa)

JAYAPURA, Potret.co  – TNI dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif 711/RKS kembali mengamankan pelaku penyelundupan narkoba jenis ganja melalui jalan pintas di daerah perbatasan Republik Indonesia dan Papua Nugini, Kamis (16/6/2022).

Dansatgas Yonif 711/RKS Letkol Inf Mutakbir saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa penangkapan tersebut terjadi di jalan pintas yang berada di Kampung Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Indonesia.

Kedua pelaku membawa narkoba jenis ganja kering sebanyak dua kantong plastik seberat 2,7 ons.

“Pelaku yang kami tangkap berinisial HW usia 33 tahun dan JA usia 36 tahun. Mereka berdua berasal dari Genyem Kota, Kabupaten Jayapura,” kata Dansatgas.

Pihaknya menjelaskan bahwa penangkapan bermula dari laporan masyarakat yang melihat dua orang yang mencurigakan berada di jalan pintas perbatasan Skouw, kemudian dilakukan pengejaran oleh masyarakat tersebut dan didapati bahwa mereka telah membuang barang bukti berupa ganja ke semak-semak.

“Setelah dilakukan penyisiran oleh anggota Satgas Yonif 711/RKS, ditemukan barang bukti tidak jauh dari pelaku ditangkap. Keduanya mengaku barang haram tersebut diberikan oleh keluarga mereka yang bertempat tinggal di Negara PNG,” jelasnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti telah diserahkan kepada Polsub Sektor Skouw untuk selanjutnya diserahkan ke Polres Kota Jayapura.

Sementara itu, Danrem 172/PWY Kolonel Inf J.O Sembiring saat dihubungi mengungkapkan bahwa penyelundupan narkoba jenis ganja masih saja terjadi di daerah perbatasan RI-PNG dengan memanfaatkan banyaknya jalan pintas atau jalan tikus disepanjang perbatasan.

“Jalan-jalan tikus atau pintas  yang ada di daerah perbatasan tidak semuanya dapat dijangkau dan dipantau oleh aparat penjaga perbatasan dalam waktu yang bersamaan,’’ ujar Danrem.

Dia berharap kepada seluruh masyarakat perbatasan ikut berkontribusi untuk melaporkan segala bentuk tindak kejahatan yang terjadi di sekitarnya khususnya di daerah perbatasan. (Red)