Profesor Yohanes : Papua Miliki Peran Penting Bagi Ekonomi Dunia

Foto bersama usai bertemu membahas pembangunan Badan Riset dan Inovasi Daerah di Pegubin

Keterangan gambar : Foto bersama Bupati Pegunungan Bintang Spey Yan Bidana, ST.M.Si bersama Plt. Sekretaris Daerah Pegubin, drg. Aloysius Giyai, M.Kes dan Staf Khusus Bidang Penelitian, Pengembangan, Pengkajian IPTEK dan Infrastruktur Prof. Ir. Yohanes Sardjono, APU usai bertemu dengan Kepala BRIN, Dr. L.T. Handoko di kantornya yang terletak Gedung B.J. Habibiet Lt. 24 Jalan M.H. Thamrin Jakarta Pusat, Jumat (7/1/2022). (Foto : Istimewa)

PEGUNUNGAN BINTANG, Potret.co – Staf Khusus Bupati Pegunungan Bintang Bidang Penelitian, Pengembangan, Pengkajian IPTEK dan Infrastruktur, Prof. Ir. Yohanes Sardjono, APU menjelaskan saat ini Papua memiliki peran penting bagi ekonomi dunia.

Bahan baku industri dunia saat ini ada di perut bumi Pulau Papua, dimana Pegunungan Bintang menjadi titik pusat pulau itu. 

“Baik itu mining dan mineral, biodiversity, dan bahkan budaya Melanesia, pusatnya ada di Pegunungan Bintang. Pegunungan Bintang juga menjadi sumber kehidupan bagi seluruh manusia yang ada di Papua, baik Papua dalam NKRI maupun PNG. Karena seluruh air kehidupan di pulau itu, datang dan mengalir dari Pegunungan Bintang,” kata Professor Sardjono dalam rilisnya, Jumat (7/1/2022).

Posisi penting lain dari Kabupaten Pegunungan Bintang dan Pulau Papua umumnya adalah perannya sebagai penyumbang oksigen terbesar bagi dunia dengan hutannya yang masih lestari. Sekitar 90 persen hutan hujan (rainforest) dunia ada di Papua, selain Amazon-Brazil, dimana Pegunungan Bintang memiliki 1,6 juta hektar hutan. 

Oleh karena itu, menurut Sardjono, pembangunan di Pegunungan Bintang dan Papua pada umumnya harus dilakukan dalam konsep berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang dirumuskan PBB guna menyejaterahkan masyarakat dunia.

Sumber daya alam di bawah perut bumi maupun di atas bumi seperti biodiversity, ekologi dan ekosistem harus dikelola berbasis sumber daya alam dan lingkungan.

“Papua ini tinggal satu kekurangannya yaitu sumber daya manusia atau SDM yang masih terbatas. Karena itu, SDM harus dipercepat. Dengan meningkatnya SDM Papua, tidak perlu lagi eksplorasi sumber daya alam di perut bumi, mineral. Tetapi optimalkan yang di atas perut bumi. Nah itulah alasan, kami bersama bupati mendorong hadirnya badan riset dan inovasi daerah ini,” urai Sardjono.

Profesor Sardjono menjelaskan, posisi strategis Pegunungan Bintang yang berada di tengah-tengah Pulau Papua, mendorong Bupati Spey Yan Bidana memandang perlu dibentuknya BRIDA berupa Riset Station Center berbasis konservasi alam dan lingkungan. Tujuannya agar sumber daya itu terus dijaga dan dipelihara untuk keberlanjutan hidup anak cucu.

“Membangun dari jumlah uang akan habis, membangun dari jumlah emas akan juga habis. Tapi membangun dari sisi otak atau SDM, itu akan memberi nilai tambah beribu kali. Ini yang sedang dilakukan Bupati Spey,” kata Sardjono.

“Pak bupati dapat apresiasi sebagai sosok kepala daerah yang visioner dari Kepala BRIN dr. L.T. Handoko. Pak Handoko juga langsung menunjuk timnya terdiri dari beberapa doktor untuk membantu Pegunungan Bintang terkait BRIDA ini,” sambungnya.

Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini juga menegaskan, perkembangan teknologi sejatinya ditopang oleh  empat faktor yakni inovasi (45 persen), networking (25 persen),  teknologi (20 persen), dan sumber daya (10 persen). Artinya, orang-orang pintar yang memiliki inovasi, networking dan teknologi maka sumber daya alam yang dimilikinya bisa diirit dan dipertahankan keberlanjutannya.

“Saya sangat apresiasi Bupati dan Sekda Pegunungan Bintang yang tinggalkan meja kerja untuk bertemu para dirjen dan menteri-menteri supaya program pembangunan di daerahnya bisa sinergis. Pemerintah Pusat itu senang bertemu pemimpin visioner seperti Bupati dan Sekda Pegunungan Bintang supaya bisa berkolaborasi membangun daerah bersama-sama,” urainya.

Diketahui, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendukung gebrakan Pemerintah Pegunungan Bintang (Pegubin) untuk membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sebagai yang pertama di Provinsi Papua. BRIDA ini  sedianya akan dibangun di Distrik Batom.

Bupati Pegunungan Bintang Spey Yan Bidana, ST.M.Si bersama Plt. Sekretaris Daerah Pegubin, drg. Aloysius Giyai, M.Kes dan Staf Khusus Bidang Penelitian, Pengembangan, Pengkajian IPTEK dan Infrastruktur Prof. Ir. Yohanes Sardjono, APU telah bertemu dengan Kepala BRIN, Dr. L.T. Handoko di kantornya yang terletak Gedung B.J. Habibiet Lt. 24 Jalan M.H. Thamrin Jakarta Pusat, Jumat (7/1/2022). (Red)