Polres Yahukimo Amankan 52 Orang Terduga Pelaku Penyerangan

Rumah warga dibakar  massa yang melakukan penyerangan pasca beredar kabar mantan Bupati Yahukimo, Abock Busup meninggal dunia. (Foto Istimewa)di Yahukimo

Keterangan gambar : Rumah warga dibakar massa yang melakukan penyerangan pasca beredar kabar mantan Bupati Yahukimo, Abock Busup meninggal dunia. (Foto Istimewa)

JAYAPURA, Potret.co – Polres Yahukimo telah mengamankan 52 orang yang diduga sebagai pelaku penyerangan di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Minggu (3/10/2021).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, pasca aksi penyerangan, masyarakat mengungsi di Mako Polres Yahukimo.

Aparat gabungan TNI dan Polri masih terus melakukan patroli dan penjagaan di titik berkumpulnya massa untuk mencegah terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

Kamal menjelaskan, aksi penyerangan terjadi terkait berita duka yang diterima oleh masyarakat Suku Kimyal atas meninggalnya mantan Bupati Yahukimo Abock Busup.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya.

“Mari kita bijak dalam setiap menerima informasi dan bersama menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Yahukimo agar tetap aman dan kondusif,” kata Kamal.

Seperti diketahui, situasi di Dekai, Ibukota Kabupaten Yahukimo, Papua mencekam pasca beredar kabar mantan bupati Yahukimo, Abock Busup meninggal dunia.

Kabar meninggalnya Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Papua tersebut memicu terjadinya kerusuhan di Dekai.

Informasi yang diperoleh dari masyarakat setempat, sesaat setelah kabar duka tersebut beredar, sekelompok masyarakat melakukan penyerangan. Aksi itu menyebabkan beberapa orang terluka.

Selain penyerangan, massa membakar Hotel Nuri milik mantan bupati Ones Pahabol dan dua rumah warga.

Aparat gabungan dari TNI dan Polri dipimpin Kapolres dan Kasdim melaksanakan penyisiran  guna mencari pelaku pembakaran dan penyerangan.

Namun pada saat melaksanakan penyisiran di perempatan jalan bandara tampak sekelompok  masyarakat berkumpul dan melakukan pemalangan.

Ditemukan satu korban meningal dunia yang identitasnya belum diketahui, serta satu mobil minibus milik Pemda dalam keadaan terbalik. (Red)