PLN UIP Papua jalani Tahap Inventarisasi Jalan Akses GI Angkasa

GI angkasa

JAYAPURA, Potret.co  – , PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Papua tengah mengumpulkan data kepemilikan tanah dan tanaman produktif sebagai bagian dari Tahap Inventarisasi dan Identifikasi, Selasa (23/3/2021).

Tim Pengadaan Tanah PLN UIP Papua kembali berkoordinasi dengan unsur masyarakat, salah satunya yakni pihak gereja yang lokasinya berdekatan dengan GI Angkasa dalam rangka pengadaan lahan jalan akses Gardu Induk (GI) Angkasa seluas setengah hektar di Kelurahan Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara.

“Pada minggu lalu, kami telah melaksanakan survei lapangan bersama BPN Kota Jayapura. Kegiatan tersebut tujuannya untuk mengetahui luas pasti lahan yang akan dibebaskan serta mengidentifikasi status kepemilikan lahan tersebut,” kata Donal Silaen, Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Papua.

“Kami juga mengundang masyarakat adat hadir dan didampingi oleh Koramil Jayapura Utara, Polsek Jayapura Utara, Pemerintah Distrik Jayapura Utara serta Kelurahan Tanjung Ria,” lanjut dia.

Setelah pengukuran bersama BPN dan koordinasi dengan stakeholder terkait, termasuk pemilik hak ulayat, PLN berencana segera melaksanakan Tahap Pengumuman guna mendapatkan informasi atau keberatan dari pihak yang terdaftar maupun yang tidak terdaftar namanya di Daftar Inventarisasi.

“Setelah pengumuman akan ada pertemuan lagi secara terbuka untuk klarifikasi kepemilikan, sehingga semua pihak memiliki peluang yang sama untuk menyampaikan keberatannya,” ucapnya.

Pengadaan tanah ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rencana proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt dari GI Jayapura di Skyline hingga GI Angkasa di Pasir Tiga, Tanjung Ria.

“Lahan GI Angkasa sesungguhnya sudah bebas yakni seluas 22.550 m2, namun jalan aksesnya terkendala sehingga baru bisa kami mulai prosesnya pada tahun ini. Sementara itu untuk tower SUTT dari Skyline ke Pasir Tiga totalnya ada 34 tower dan 30 di antaranya sudah bebas lahannya,” ujar Donald.

PLN UIP Papua terus berupaya meningkatkan keandalan listrik di Kota Jayapura dan sekitarnya, proyek GI dan SUTT 150 kV tersebut merupakan lanjutan dari sistem jaringan listrik tegangan tinggi yang sudah beroperasi sejak 2016 dari energi yang dihasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Holtekamp, serta Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Genyem, Distrik Unurumguay.

Kepala Distrik Jayapura Utara, Adam S. Rumbiak, mengutarakan prinsip objektivitas wajib dijalankan, apalagi karakter kepemilikan lahan hak ulayat di Papua sangat kompleks.

“Kami terus mengawal PLN sehingga proyek kepentingan umum ini dapat terlaksana. Sebagai pemerintah daerah kami mengutamakan keterbukaan, jadi bagi siapa saja yang merasa memiliki lahan ini boleh hadir pada pertemuan selanjutnya di Kantor Distrik setelah masa pengumuman selesai,” kata Adam. (Red)