PLN Listriki 154 Keluarga di Wilayah 3T di Papua

PLN kembali melistrik keluarga di wilayah 3T Papua

Keterangan gambar : PLN kembali melistrikkeluarga di wilayah 3T Papua. (Foto : Istimewa)

DOGIYAI, Potret.co – Dalam menghadirkan akses listrik hingga ke wilayah tertinggal, terluar dan terdepan (3T), PT PLN (Persero) menyalurkan bantuan penyambungan listrik bagi 154 keluarga kurang mampu di Kabupaten Dogiyai. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk komitmen PLN dalam mewujudkan pemerataan kelistrikan di tanah Papua.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN memberikan bantuan biaya penyambungan listrik gratis kepada masyarakat di tiga kampung, yakni Kampung Putapa sebanyak 104 keluarga, Kampung Pugatadi 2 sebanyak 20 keluarga dan Kampung Yamatadi sebanyak 30 keluarga. Kini, masyarakat tersebut dapat menggunakan fasilitas kelistrikan dengan daya 450 VA di rumah masing-masing.

Kepala Kampung Yametadi, Yusak Tebai, mengucapkan rasa syukur atas penyambungan listrik yang diberikan secara gratis kepada masyarakat di kampungnya. Adanya bantuan ini membuat aktivitas masyarakat sehari-hari menjadi lebih terbantu.

“Terima kasih kami sampaikan untuk PLN yang telah membantu kami untuk menikmati listrik. Kami dapat merasakan nyala lampu yang dipasang secara gratis dan ini sebagian besar impian masyarakat kami yang kurang mampu,” ucap Yusak.

Kampung Putapa, Kampung Putagadi 2 dan Kampung Yamatadi sendiri telah dilistriki oleh PLN sejak tahun 2021. Sebanyak 278 pelanggan di ketiga kampung tersebut telah merasakan manfaat masuknya listrik PLN selama 24 jam penuh setiap harinya.

Sementara itu, para keluarga penerima bantuan ini sebelumnya memaksimalkan penggunaan pelita atau menyambung listrik tetangga untuk aktivitas belajar dan penerangan rumah di malam hari. Situasi sekitar kampung menjadi lebih aman dan kondusif dengan kondisi penerangan yang semakin layak.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nabire, Manihar Hutajulu, menjelaskan bahwa PLN memiliki tanggung jawab untuk memberikan layanan kelistrikan kepada seluruh masyarakat. Dengan program TJSL ini bertujuan agar dapat mempermudah aktivitas masyarajat, sehingga taraf hidup dapat meningkat.

“Seluruh proses penyambungan listrik kami kerjakan selama tiga bulan.  Bantuan yang diberikan selain biaya penyambungan listrik, juga meliputi pemasangan instalasi dan Sertifikat Laik Operasi (SLO),” kata Manihar. (Red)