PLN Dukung Peningkatan Produktivitas di Sektor Pertanian dengan Electrifying Agriculture

budidaya tanaman hidropinik 1

JAYAPURA, Potret.co – Guna mendorong produktivitas pelaku usaha di sektor pertanian, PLN ajak masyarakat untuk memanfaatkan tenaga listrik dengan mengkampanyekan program “Electrifying Agriculture”.

Melalui program ini, para petani mulai mencoba menggunakan tenaga listrik untuk meningkatkan produksinya.

General Manager PLN UIW P2B, Abdul Farid menyampaikan, program electrifying agriculture ini merupakan salah satu upaya PLN dalam meningkatkan daya saing para petani lokal khususnya di Papua

Selain menambah hasil produksi, hal ini juga dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan. “Kami terus berupaya memaksimalkan pelayanan pada seluruh konsumen, termasuk pelaku usaha tani. Salah satu caranya, yaitu kami ingin listrik yang andal, mudah dijangkau dan dinikmati hingga ke sektor pertanian,” ungkap Farid, Senin (8/3/2021).

Tidak hanya itu, PLN juga menawarkan kemudahan dalam penyambungan daya listrik kepada para pelaku usaha. Sebelumnya, PLN telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan Bank Mandiri dan BRI dalam penyediaan layanan perbankan untuk mendukung program electrifying agriculture.

“Hal ini kami lakukan agar petani tidak merasa terbebani dengan biaya yang mahal saat membutuhkan pasokan listrik yang lebih besar untuk meningkatkan produksi lahannya,” ucap Farid.

Program electrifying agriculture menjadi salah satu bagian dari semangat transformasi yang dimiliki PLN. Keandalan serta kemudahan dalam mendapatkan pelayanan kelistrikan terus ditingkatkan untuk semua pelaku usaha tak terkecuali di sektor pertanian.

“Dengan program dan kemudahan ini, kami berharap produktivitas para petani dapat terus meningkat, sehingga para petani dapat bersaing di tengah kondisi sulit seperti pandemi saat ini,” ucapnya.

Sementara itu, Sarjo, salah satu petani buah naga di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, merasa senang karena inovasi yang diberikan PLN telah meningkatkan penghasilannya.

“Terima kasih, PLN. Program ini (electrifying agriculture) sangat membantu dalam memproduksi buah naga sesuai target,” ujarnya.

Sarjo menambahkan, jika sebelumnya hanya mengandalkan sinar matahari, kini buah naga dapat lebih produktif dalam berbunga dan berbuah hingga malam hari. “Dengan adanya pemasangan lampu di setiap tanaman, proses induksi pembungaan buah naga menjadi lebih cepat 75 hingga 90 persen,” kata Sarjo. (Red)