PLN Bangun Rumah Mengaji Ar-Razaq dari Limbah Hasil Pembakaran Batu Bara

Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru meresmikan Rumah Mengaji Ar-Razaq yang merupakan bantuan YBM PLN.

Keterangan gambar : Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru meresmikan Rumah Mengaji Ar-Razaq yang merupakan bantuan YBM PLN. (Foto : Istimewa)

JAYAPURA, Potret.co – PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIW PPB) memanfaatkan 28 ton limbah hasil pembakaran batu bara atau Fly Ash Bottom Ash atau FABA Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Holtekamp sebagai bahan bangunan bantuan rumah mengaji dan marbot Ar-Razaq, di Kampung Selayar, Kota Jayapura, Papua.

Pembangunan melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN tersebut senilai Rp298 juta lebih diberikan kepada pengurus Musala Ar-Razaq untuk mendukung kegiatan anak-anak mengaji.

Bekerja sama dengan Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih, sebanyak 1.500 batako berbahan campuran FABA dicetak untuk digunakan sebagai material bangunan.

Dalam kurun waktu satu bulan, rumah mengaji berukuran 8×9 meter tersebut selesai dibangun dan diresmikan oleh PLN serta Pemerintah Kota Jayapura.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Moch. Andy Adchaminoerdin menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan upaya PLN membantu masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan keagamaan.

“PLN melalui YBM PLN merasa sangat senang dapat mendukung anak-anak mengaji dengan memberikan bangunan yang layak. Kami berharap kegiatan ini dapat dilakukan rutin dengan nyaman dan fasilitas terus dijaga agar dapat digunakan secara maksimal,” ucap Andy, Jumat (22/4/2022).

Selain itu, PLN juga berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi pemanfaatan olahan limbah pembangkit listrik.

“Ini kami lakukan sebagai salah satu upaya dalam menjaga keseimbangan ekosistem pada lingkungan,” ujarnya.

Pengelolaan dan pengolahan limbah FABA yang tepat akan menghasilkan produk turunan yang bermanfaat, seperti paving block, batako dan bahan material cor.

Rumah Mengaji Ar-Razaq dibangun oleh YBM PLN di Kampung Selayar, Kota Jayapura, Papua

Penggunaan olahan limbah PLTU tersebut, kata Andy, juga dirasa lebih ekonomis karena dapat mengurangi biaya pembangunan hingga 30 persen.

Wakil Walikota Kota Jayapura, Rustan Saru menyampaikan apresiasinya terhadap PLN dan berbagai pihak yang turut andil dalam proses pembangunan.

Pemanfaatan FABA sebagai material buangan yang diolah dan dikelola dengan benar terbukti  dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Rustan berharap hal ini dapat meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Luar Biasa Pembangkit Holtekamp bertenaga uap ini dapat menghasilkan FABA yang sangat berguna. Sebelumnya Fly Ash Bottom Ash ini dianggap limbah namun dapat dimanfaatkan dengan baik, salah satunya oleh pihak Kodam untuk membuat jalan, batako dan batu bata,” kata Rustan.

Rustan juga berharap pengurus Musala Ar-Razaq dan masyarakat sekitar dapat menjaga serta memanfaatkan fasilitas yang ada sebaik mungkin.

“Saya bersyukur karena telah diberikan kesempatan  untuk bisa melihat salah satu bangunan pencetak generasi muslim ini. Saya juga bersyukur atas pembangunannya yang tentu ini bisa kita maknai sebagai suatu tadabur ilmu bagi anak-anak kita,” ungkapnya. (Red)