Perluas QRIS, BI Fokus pada UMKM dan Tambahan 15 Juta Pengguna Baru

Asisten Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Faizal Kurniawan

Keterangan gambar : Asisten Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Faizal Kurniawan menyampaikan materi Transformasi Sistem Pembayaran di Era Digital dalam kegiatan Capacity Building Wartawan Papua, di Hotel Mamaka, Kuta, Bali, Sabtu (11/6/2022). (Foto : Syahriah)

BALI, Potret.co – Asisten Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Faizal Kurniawan mengatakan, penggunaan instrumen pembayaran ritel berbasis digital diantaranya mobile banking, uang elektronik, QRIS semakin mendominasi.

Hal ini terjadi seiring pergeseran perilaku masyarakat dan perluasan merchant yang menerima pembayaran digital.

Untuk penggunaan instrumen pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Bank Indonesia, kata Faizal, akan terus memperluas baik dari sisi demand maupun supply.

‘’Dari sisi supply, perluasan merchant difokuskan pada usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sementara, dari sisi demand, peningkatan pengguna QRIS akan terus didorong, dengan target tambahan 15 juta pengguna baru di akhir tahun 2022,’’ kata Faizal dalam kegiatan Capacity Building Wartawan Papua yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, di Hotel Mamaka, Kuta, Bali, Sabtu (11/6/2022).

Bank Indonesia mencatat selama pandemi Covid19 transaksi pembayaran digital menggunakan QRIS mencapai Rp4,37 triliun atau tumbuh 293,9 persen secara year on year (yoy) di 14,8 juta merchant di Indonesia.

Di wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI), termasuk di Papua transaksi pembayaran menggunakan QRIS tumbuh 16,35 persen dari total transaksi Rp4,37 triliun selama pandemi.

”Melalui berbagai program digitalisasi sistem pembayaran diyakini akan terus mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan digital nasional saat ini dan ke depannya,’’ ucapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Juli Budi Winanthya mengatakan, Bank Indonesia terus melakukan sosialisasi penggunaan QRIS.

‘’Di setiap kesempatan kami melakukan sosialisasi dua hal yaitu Cinta Bangga Paham Rupiah dan QRIS. Memang tumbuhnya perlahan, tetapi kalau kita lihat volume transaksi dari waktu ke waktu di Papua, trennya meningkat meski masih ada kendala,’’ kata Juli. 

Juli menambahkan, transaksi menggunakan QRIS semakin luas penerapannya di Papua. Pada April 2022, merchant QRIS tercatat 120 ribu, tumbuh 110,36 persen dibandingkan tahun 2021 yang sebanyak 100 ribu merchant. (Ari)