Peran Penting Media Massa Dalam Membangun Perspektif Publik

Hatim Varabi selaku Wakil Redaktur Pelaksana Koran Sindo

Keterangan gambar : Wakil Redaktur Pelaksana Koran Sindo, Hatim Varabi saat memaparkan materi Mengenal Konvergensi Media dalam kegiatan Capacity Building Wartawan Papua yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, di Hotel Mamaka, Kuta, Bali, Sabtu (11/6/2022). (Foto : Syahriah)

BALI, Potret.co – Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin pesat seiring dengan menjamurnya media sosial seperti whatsapp, facebook, twitter maupun instagram.

Media sosial itu tak lagi sekadar menuliskan status pribadi dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga dijadikan ajang membagi ragam informasi. Alhasil, informasi ke masyarakat tak lagi berfokus pada media arus utama atau mainstream, seperti media cetak, televisi ataupun portal berita online.

Hampir semua orang yang aktif  yang bermain di media sosial menjadi sumber informasi bagi orang lainnya.

‘’Apakah kehadiran wartawan media mainstream tak lagi penting?, tentu saja tidak. Media secara umum dan wartawan secara khusus memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk ekspektasi masyarakat atau publik,’’ ujar Hatim Varabi selaku Wakil Redaktur Pelaksana Koran Sindo dalam kegiatan Capacity Building Wartawan Papua yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, di Hotel Mamaka, Kuta, Bali, Sabtu (11/6/2022).

Hatim menjelaskan bahwa wartawan dan media memiliki akses untuk memverifikasi data. Hal ini yang tak dimiliki pemilik akun-akun di media sosial. Ada tiga aspek substansi yang dimiliki media sehingga memiliki peran penting yakni, reach (jangkauan), engagement (keterlibatan), dan impact (dampak). 

Wakil Redaktur Pelaksana Koran Sindo, Hatim Varabi

Keterangan gambar : Suasana Capacity Building Wartawan Papua yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, di Hotel Mamaka, Kuta, Bali, Sabtu (11/6/2022). (Foto : Syahriah)

‘’Reach atau daya jangkau yang dimiliki media dapat memberitakan segala bentuk kejadian. Engagement atau hubungan yang lebih lanjut, artinya media memiliki hubungan interaktif antara audience dan pembawa berita bahkan sampai ke narasumber, sementara, impact, karena apa yang ditulis akan berbalik ke pengambil kebijakan sebagai masukan bagi mereka,’’ jelas Hatim.

Hatim pun menyebut bahwa proses framing penting dalam menyajikan berita. Proses framing, lanjut dia, yakni menentukan angle, menyeleksi sumber, menonjolkan aspek tertentu dan mengaburkan yang lain.

‘’Serta menampilkan aktor tertentu dan menyembunyikan yang lain, menggiring publik pada ingatan tertentu, memilih data dan informasi pendukung, penempatan berita, serta formulasi lead dalam berita,’’ ucap Hatim.

Oleh karena itu, kata Hatim, media massa memiliki peran penting dalam membangun perspektif publik. Hatim mengatakan bahwa media telah menjadi salah satu pilar demokrasi bangsa.  

‘’Hal ini bukan menjadi jargon yang tidak ada artinya, melainkan peran media baik cetak, digital maupun elektronik memang mampu memetakkan opini negatif dan positif pembaca,’’ ucapnya.  (Ari)