Pemkot Jayapura Prioritaskan Pemenuhan Kebutuhan Korban Banjir dan Tanah Longsor

Posko bencana banjir dan tanah longsor di samping Hola Mart Youtefa

Keterangan gambar : Warga saat mendatangi Posko pembantu di samping Hola Mart Youtefa, Abepura. (Foto : Potret.co)

JAYAPURA, Potret.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura memprioritaskan pemenuhan kebutuhan korban banjir dan tanah longsor dengan mendirikan beberapa posko.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura, Aneke Wader mengatakan, posko induk difokuskan di GOR Waringin Kotaraja dan tempat tinggal sementara bagi pengungsi untuk wilayah Abepura, khususnya kawasan Kali Acai dan Pasar Youtefa di Balai Diklat Sosial, Tanah Hitam, Abepura.

Selain posko induk, Pemkot Jayapura juga mendirikan tiga posko pembantu untuk menerima dan menyalurkan bantuan di wilayah Distrik Abepura dan Jayapura Selatan.

Di wilayah Abepura, posko pembantu telah didirikan di samping Hola Mart Youtefa, kawasan Organda Padang Bulan, dan di SMA Negeri 4 Entrop, Distrik Jayapura Selatan.

Terkait jumlah warga yang terdampak banjir di wilayah Pasar Youtefa dan Kali Acai, Aneke mengatakan, masih melakukan pendataan.

“Kami masih melakukan pendataan, karena korban banjir lebih banyak memilih tinggal di rumah masing – masing. Sementara, untuk distribusi bantuan ke mereka, kami mengikuti petunjuk pimpinan dalam hal ini Walikota Jayapura dan penanggung jawab posko,” jelas Aneke saat ditemui di posko bencana banjir dan tanah longsor samping Hola Mart Youtefa, Sabtu (8/1/2022).

Warga saat mendatangi posko bantuan di samping Hola Mart Youtefa

Sebelumnya, Penanggung Jawab Posko Pengungsi Banjir Kota Jayapura, Jufri Endre mengatakan, data sementara jumlah korban banjir di Kota Jayapura sekitar 5000-6000 jiwa.

“Khusus di wilayah Pasar Youtefa sekitar 3000-4000 jiwa, tapi yang mengungsi ke Balai Diklat Sosial Tanah Hitam hanya beberapa, karena masyarakat masih khawatir meninggalkan rumah mereka,” kata Jufri.

Sementara itu, terkait relokasi pedagang di Pasar Youtefa, Wakil Walikota Jayapura, H.Rustan Saru mengatakan belum dilakukan lantaran Pemkot Jayapura masih fokus menangani warga yang menjadi korban bencana banjir dan tanah longsor selama tujuh hari kedepan.

“Nanti kita pikirkan setelah warga yang terdampak banjir di pemukiman sudah tertangani dengan baik,” kata Rustan. (Ari)