Pembangunan Pusat Kuliner Sentani ‘The Hele Yo’ Capai 50 Persen

Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Khomlay Eluay saat meninjau lokasi pembangunan Pusat Kuliner Sentani Papua'The Hele Yo', di Kampung Sereh Tua, Kabupaten Jayapura, Rabu pagi.

KABUPATEN JAYAPURA, Potret.co – Progres pembangunan Pusat Kuliner Sentani Papua ‘The Hele Yo’ yang merupakan bantuan dari salah satu yayasan di Jakarta melalui Kodam XVII/Cenderawasih untuk masyarakat adat Sentani dalam memasarkan hasil pertanian, perkebunan dan perikanan serta menjual hasil-hasil kuliner yang dilakukan oleh masyarakat adat itu sendiri, sudah mencapai 50 persen.

Diperkirakan pembangunan pusat kuliner yang berada di Kampung Sereh Tua, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura ini akan selesai sebelum pelaksanaan PON XX 2021 dimulai awal Oktober mendatang.

“Kami meninjau ke lokasi pembangunan pusat kuliner. Dari hasil tinjauan sampai sekarang progres pembangunannya sudah mencapai 50 persen,” kata Yanto Khomlay Eluay selaku Ondofolo Kampung Sereh, Rabu (1/9/2021).

“Nantinya ada beberapa tempat untuk masyarakat adat menjual hasil pertanian, perkebunan dan perikanan serta bentuk kuliner lainnya di Pusat Kuliner tersebut oleh masyarakat adat di kampung yang berada di pinggiran Danau Sentani,” jelasnya.

Dia mengatakan, kehadiran Pusat Kuliner Sentani Papua’Hele Yo’ ini, akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami akan menyiapkan satu tempat untuk mereka menjual. Pusat kuliner itu juga bantuan dari yayasan di Jakarta, dengan membangun itu untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Jadi bantuan itu turun lewat Kodam XVII/Cenderamata. Saat ini yang membangun dari pihak Kodam XVII/Cenderawasih, yang merupakan bagian daripada kepedulian TNI terhadap ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Menyoal pengembangan ke depan dari pusat kuliner oleh masyarakat adat tersebut, Yanto yang juga Ketua Presidium Putra Putri Pejuang Pepera (P5) Provinsi Papua itu menyampaikan bahwa mama-mama yang ada di kampung-kampung di pinggiran danau, juga akan dilatih bagaimana cara membuat kuliner dari bahan dasar tepung sagu.

“Kedepannya akan kita lakukan seperti itu. Sedangkan, tujuan lain dari pembangunan pusat kuliner tersebut agar lokasi itu lebih banyak dikunjungi oleh masyarakat lainnya. Dengan banyaknya pengunjung, maka berdampak bagi ekonomi masyarakat setempat,” kata Yanto.

Dia pun menjelaskan arti nama Hele Yo. Menurutnya, nama itu diambli dari bahasa Sentani yang berarti Kampung Sereh.(Irf)