Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Serui Terancam 20 Tahun Penjara

Pelaku NM menunjukkan barang bukti narkotika berupa ganja kering

Keterangan gambar : Pelaku NM menunjukkan barang bukti narkotika berupa ganja kering. (Foto : Istimewa)

KEPULAUAN YAPEN, Potret.co – Sat Resnarkoba Polres Kepulauan Yapen berhasil mengamankan pelaku atas tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis ganja.

Pelaku berinisial NM (23) diamankan di Pelabuhan Serui pada Selasa (10/1/2022) setelah pihak kepolisian mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada seorang penumpang di salah satu kapal yang akan berlabuh di Pelabuhan Serui melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

Setibanya di Pelabuhan Serui pukul 18.10 WIT, selanjutnya Tim Opsnal Sat Resnarkoba yang dipimpin Kasat Resnarkoba, Ipda Zainudin Abubakar melakukan pencarian terhadap pelaku yang membawa barang haram tersebut.

Setelah melakukan pencarian, anggota melihat pelaku bersama dua orang saksi berinisial SYW(39) dan MW (17)  berjalan keluar dari dermaga pelabuhan dengan memabwa sebuah tas berwarna merah.

Selanjutnya, anggota Sat Resnarkoba melakukan pengejaran terhadap pelaku sampai ke arah taman Tugu Pelataran Serui dan melakukan penangkapan.

“Saat dilakukan penggeledahan badan anggota menemukan satu buah barang bukti plastik kecil yang di duga berisi narkotika jenis ganja yang disimpan oleh pelaku di celana dalam bagian depan,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, Rabu (12/1/2022).

Anggota kemudian mengamanka pelaku beserta barang bukti dan kedua saksi ke Mapolres Kepulauan Yapen untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Adapun barang bukti ditemukan 15 bungkus plastik bening berukuran sedang berisikan Narkotika jenis ganja kering dan satu bungkus plastik bening berukuran kecil berisikan Narkotika jenis ganja kering.

Kamal mengungkapkan, atas perbuatannya, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 111 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman Mmnimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara serta denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp. 10 milyar. (Red)