Pansus PON Temukan Banyak Kekurangan Fasilitas di Stadion Mandala Jayapura

Ketua Pansus PON DPR Papua, Kamasan Jack Komboy saat foto bersama sejumlah Anggota Pansus DPR Papua usai meninjau beberapa ruangan yang ada di Stadion Mandala Jayapura.

KOTA JAYAPURA, Potret.co – Panitia khusus Pekan Olahraga Nasional Dewan Perwakilan Rakyat Papua (Pansus PON DPR Papua) menemukan banyak kekurangan fasilitas di Stadion Mandala Jayapura saat melakukan peninjauan, Jumat (27/8/2021).

Meski begitu, Anggota Pansus PON DPR Papua, Nathan Pahabol mengapresiasi Dinas PUPR Provinsi Papua yang telah mengambil alih untuk merenovasi Stadion Mandala Jayapura baik internal maupun eksternal.

Namun, dia meminta PB PON segera melengkapi fasilitas yang masih kurang seerti mebelair di ruangan, diantaranya di ruang wasit, ruang medis, ruang dopping, ruang ganti pemain dan media center yang masih banyak kekurangan.

“Jadi yang belum ini, kami berharap segera diselesaikan, karena  masih ada beberapa bagian yang belum selesai di stadion ini, sedangkan, pertandingan akan mulai 27 September mendatang,” ucap Nathan saat mendampingi Ketua Pansus PON XX dan Peparnas XVI DPR Papua, Kamasan Jack Komboy bersama anggota Pansus lainnya.

Nathan juga meminta kepad Pemprov Papua untuk menyerahkan Stadion Mandala Jayapura kepada Dinas Olahraga dan Pemuda, sehingga setelah pertandingan, perawatan dan pemeliharaan tidak lagi menjadi urusan KONI Papua yang hanya bertugas menyiapkan atlet.

Penanggungjawab Pengelolaan Stadion Mandala Jayapura, Akmal mengakui bahwa masih terdapat banyak kekurangan fasilitas.

“Di ruang tunggu tuan rumah dan tamu, seperti pembersih sepatu dan lemari pendingin belum ada. Termasuk ruang pers dan ruang pengawas pertandingan, belum terisi meubelair, TV, komputer, printer, mesin fotocopy, internet dan fasilitas lainnya,” jelasnya.

Akmal mengungkapkan, kendala lainnya yakni listrik. Meski memiliki dua genset, namun tidak berfungsi lantaran tidak ada anggaran untuk menyalakan kembali mesin tersebut.

Meski idak ada pertandingan malam pada perhelatan PON nanti, namun Akmal mengaku khawatir jika nantinya penutupan dilakukan di malam hari. Sebab, dari Dinas PUPR menyerahkan ke KONI Papua untuk merawat, namun tidak ada anggaran.

Sementara untuk kursi stadion, kata Akmal, tidak ada pergantian, namun saat ini Dinas PUPR Papua tengah melakukan pengecatan terhadap dinding stadion mulai dari tribun.

Untuk rumput tadion sendiri, kata Akmal, sedang dilakukan perawatan sejak dua hari lalu oleh Dinas PUPR Papua lantaran tidak dirawat oleh KONI karena tidak ada anggaran. (Tia)