Pangdam : 6 Prajurit Terlibat Pembunuhan dan Mutilasi Warga Sipil di Mimika Sudah Diamankan

Pangdam XVII Cenderawasih saat memberikan keterangan pers 2

Keterangan gambar : Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa memberikan keterangan pers terkait kasus mutilasi di Mimika. (Foto : Istimewa)

JAYAPURA, Potret.co – Panglima Kodam (Pangdam)  XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa mengakui keterlibatan enam orang prajurit TNI AD pada kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap empat orang warga sipil asal Kabupaten Nduga Papua.

Pangdam mengatakan bahwa Panglima TNI dan KASAD telah memerintahkan agar dilaksanakan pemeriksaan terhadap enam prajurit tersebut dan ditindak tegas.

“Kami bekerjasama dengan Polda Papua untuk mengungkap fakta yang terjadi. Kami berkomitmen hukum harus ditegakkan,” ujarnya. 

Dia menambahkan, jika dari hasil investigasi dan pemeriksaan  menunjukkan keterlibatan enam prajurit tersebut, maka akan diberikan sanksi tegas sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku. 

“Sekali lagi saya katakan disini jika ada prajurit kami yang terlibat dalam proses atau tindakan pidana kriminal kami tidak akan memberikan toleransi apapun. Saat ini enam prajurit yang terlibat telah diamankan,’’ ucapnya saat memberikan keterangan pers di kawasan Stadion Utama Lukas Enembe Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (29/8/2022).

Untuk mengetahui motif kejadian tersebut, kata Pangdam, masih menunggu proses pemeriksaan dan olah TKP yang dilaksanakan oleh pihak Polda Papua.

“Ini info awal yang kami sampaikan kepada media agar tidak ada informasi yang simpang siur sehingga sumbernya nanti dari saya atau pihak Polda. Kami akan lakukan semua dengan transparan. Termasuk indikasi jual senjata,’’ ujarnya.

Pangdam mengatakan bahwa keenam prajurit berasal dari Brigif 20 Kostrad. Sementara yang korban merupakan warga sipil.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam menyampaikan keprihatinan dan turut berbelangsungkawa.  (Red)