Meski Tak Terpencil, Kampung Skouw Mabo Belum Tersentuh Jaringan Telekomunikasi

Ketua Fraksi Demokrat DPR Papua, Mustakim HR saat berbincang-bincang dengan Kepala Kampung Skouw Mosso, Agus Wepafao (foto Tiara)

KOTA JAYAPURA, Potret.co –  Meski berada dalam wilayah Kota Jayapura, Kampung Skouw Mabo, Distrik Muara Tami hingga saat ini belum terjangkau jaringan telekomunikasi seperti sinyal telepon seluler dan internet.

Kepala Kampung Skouw Mabo, Agus Wepafao mengatakan, untuk mendapatkan sinyal, warga yang ingin berkomunikasi atau menelepon kerabat mereka harus mencari titik – titik yang ada sinyal di luar kampung mereka.

“Ada warga yang terpaksa keluar kampung untuk cari sinyal. Ada yang naik gunung supaya bisa telepon,” ucapnya.

Agus berharap, pemerintah daerah  baik Kota Jayapura dan Provinsi Papua bersama operator telekomunikasi untuk memperhatikan daerahnya itu, agar masyarakat juga dapat  menikmati jaringan telekomunikasi seperti wilayah lainnya.

“Di kampung kami ini  tidak ada jaringan seluler ataupun internet sudah bertahun – tahun. Tidak ada pemancar atau tower telekomunikasi disini, padahal kami berada di Kota Jayapura,” ungkap Agus Wepafao saat menerima kunjungan kasih pengurus Partai Demokrat Papua, Rabu (25/8/2021).

Di Kampung Skouw Mabo terdapat 180 lebih kepala keluarga. Agus mengatakan, jaringan telekomunikasi sangat dibutuhkan warganya, terlebih bagi pelajar.

Apalagi, lanjut Agus, Kampung Skouw Mabo menjadi garda terdepan bangsa Indonesia lantaran bertetangga dengan negara PNG.

Terkait hal itu, Ketua Fraksi Demokrat DPR Papua, Mustakim HR meminta pemerintah untuk memprioritaskan Kampung Skouw Mabo, Distrik Muaratami, Kota Jayapura agar masyarakat setempat  mendapatkan layanan telekomunikasi.

“Sebagai wakil rakyat, kami berharap pemerintah bisa memprogramkan membangun satu tower telekomunikasi di Kampung Skouw Mabo agar masyarakat mendapatkan sinyal untuk berkomunikasi,” ujar Mustakim yang juga Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Papua.

“Masyarakat yang ada di Kampug Skouw Mabo adalah rakyat kita juga, karena itu pemerintah wajib memperhatikan sama dengan warga masyarakat yang ada di kota dan daerah lainnya. 

Mustakim mengatakan, daerah pegunungan justru terdapat jaringan telekomunikasi. Dia pun menyayangkan Kampung Skouw Mabo berada di wilayah Kota Jayapura tapi tidak terjangkau sinyal telekomunikasi.

“Apalagi saat ini, anak – anak sekolah butuh internet untuk belajar secara daring, tetapi mereka tidak bisa lakukan itu karena tidak ada sinyal atau internet yang masuk ke kampung ini. Artinya, mereka jadi korban dari pandemi dan juga korban dari pendidikan,” ujar Mustakim.  (Tia)