Masyarakat Adat Papua Tolak Aksi Anti DOB dan Otsus, Ini Alasannya

Deklarasi Damai Masyarakat Adat Papua

Keterangan gambar : Deklarasi Damai Masyarakat Adat Papua Suku Besar Keerom. (Foto : Istimewa)

JAYAPURA, Potret.co  – Masyarakat Adat Papua Suku Besar Keerom menggelar deklarasi damai untuk menyikapi ramainya aksi unjuk rasa yang menurutnya hanya mengatasnamakan rakyat Papua.

Menurutnya, deklarasi dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dan penolakan terhadap pihak-pihak yang menentang kebijakan pemerintah mengenai Otonomi Khusus dan Pemekaran Daerah Otonomi Baru atau DOB.

Dalam deklarasi damai tersebut, Herman Yoku atas nama masyarakat adat Keerom membacakan tiga poin pernyataan sikap.

‘’Kami Masyarakat Papua, menyerukan kedamaiaan di atas tanah Papua, dengan melihat ramainya aksi demonstrasi di negeri ini terutama di Provinsi Papua yang mana aksi – aksi tersebut didasari oleh hal – hal prinsip yang bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah,’’ ucapnya.

Maka dengan ini kami Masyarakat Papua menyerukan :

  1. Mengajak semua masyarakat yang tinggal dan menetap di atas Tanah Papua untuk turut serta menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Provinsi Papua.
  1. Mengajak semua element masyarakat Papua agar tidak melakukan aksi – aksi yang dapat mengganggu situasi kamtibmas di Provinsi Papua terutama di bulan April ini dimana umat kristen sedang menjalankan khikmatnya ibadah paskah dan umat Muslim sedang menjalankan ibadah puasa.
  1. Menolak dengan tegas setiap aksi demonstrasi atau unjuk rasa dari kelompok manapun terutama kelompok – kelompok ilegal di negeri ini seperti KNPB, ULMWP, PRP dan sebagainya yang mengatasnamakan rakyat Papua dalam setiap aksinya. Karena hanya akan membuat situasi kamtibmas tidak kondusif karena selalu mengganggu aktifitas umum dan situasi kamtibmas di Papua dan aksi – aksi tersebut bukanlah representasi keinginan rakyat Papua yang cinta akan damai. (Fai)