Mardani Maming Harap Pengurus HIPMI Papua yang Baru Jadi Jembatan Investasi

15fde55e-82e0-4fff-a6b0-2132355dc878

Keterangan gambar : Ketua Umum BPP HIPMI, Mardani H.Maming melantik Pengurus BPD HIPMI Papua masa bhakti 2021-2024. (Foto : Syahriah)

JAYAPURA, Potret.co –  Ketua Umum BPP HIPMI, Mardani H.Maming berharap pengurus baru menjadi jembatan untuk investasi khususnya di Papua.

Menteri Investasi/BKPM RI, Bahlil Lahadalia, kata Mardani, dianggap sebagai perwakilan Papua dan juga beberapa menteri di Kabinet Joko Widodo dan Ma’ruf Amin saat ini yang merupakan kader HIPMI diharapkan dapat berkomunikasi dengan HIPMI Pusat.

“Mudah-mudahan hubungan antar kekeluargaan HIPMI ini banyak yang bisa diinvestasikan di Papua, karena wilayah ini terkenal dengan sumber daya alamnya,” kata Mardani usai melantik Pengurus BPD HIPMI Papua masa bhakti 2021-2024, di Mayo Privat Resort, Holtekamp, Kota Jayapura, Papua, Jumat (12/11/2021) malam.

Mardani mengatakan, pada 5 November 2021 bersama pengurus HIPMI dari seluruh Indonesia dipimpin Menteri Investasi/BKPM RI, Bahlil Lahadalia mengunjungi Expo Dubai 2020.

Mardani pun mengungkapkan hasil kunjungan tersebut, Indonesia mendapatkan investasi hampir mencapai Rp400 triliun, salah satunya dari Air Product, perusahaan asal Amerika Serikat yang memiliki lini bisnis perdagangan gas dan kimia untuk kebutuhan industri.

Ketua Kompartemen Sumber Daya Alam BPP HIPMI yang juga Ketua Dewan Pembina BPD HIPMI Papua, Dasril Sahari di Expo Dubai 2020. (Foto : Istimewa)

“Alhamdulillah Air Product berinvestasi sejumlah 15 miliar Dolar Amerika. Mudah – mudahan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Indonesia. Ini menjadi prestasi kita Indonesia, UMKM nya bisa bekerjasama bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri,” ucapnya. 

Hal yang sama diungkapkan H.Dasril Sahari selaku Ketua Dewan Pembina BPD HIPMI Papua. Dasril salah satu pengusaha muda yang ikut dalam kunjungan tersebut.

Dasril mengatakan bahwa Papua terkenal dengan sumber daya alam yang melimpah.  Ada kandungan emas yang luar biasa, ada juga rempah – rempah seperti pala yang cocok di ekspor ke negara timur tengah.

“Presiden sudah menyampaikan bahwa apabila ada investasi masuk ke Indonesia harus dikolaborasikan dengan pengusaha lokal. Jadi menurut saya ini adalah momentum terbaik untuk kita berinvestasi,” ujarnya. (Ari)