Lewat Mediasi, Atlet Layar Papua Terima Keputusan Juri

Sekjen PB Porlasi Kolonel Laut (S) Dodik Pujiargo saat lakukan mediasi bersama keluarga Atlet Layar Papua di VIP Room Venue Layar PON XX, Minggu.(Foto : Tiara)

Keterangan gambar : Sekjen PB Porlasi Kolonel Laut (S) Dodik Pujiargo saat lakukan mediasi bersama keluarga Atlet Layar Papua di VIP Room Venue Layar PON XX, Minggu.(Foto : Tiara)

JAYAPURA, Potret.co – Atlet layar Papua Emma Ledia Julia Yawan akhirnya menerima keputusan juri setelah melakukan mediasi. Upaya mediasi dilakukan oleh Sekjen PB Porlasi, Kolonel Laut (S) Dodik Pujiargo.

“Harapannya masyarakat Indonesia lebih paham tentang olahraga layar, sebab mekanisme penilian cabor Layar tidak sama dengan olahraga lainnya,” kata Dodik usai mediasi, Minggu (10/10/2021).

Dodik memberikan apresiasi kepada atlet Papua yang dinilai andal meski angin  cukup keras dan bisa ditangani.

Menurutnya, Emma melakukan pelanggaran kecil tapi tidak mematikan keseluruhan nilai yang diperoleh pada satu race, secara rangking, Emma masih tiga besar.

“Memang yang masuk pertama belum tentu menang, tapi yang masuk pertama bisa jadi dia menang.  Karena banyak aturan – aturan layar internasional. Di laut, misalnya perahu menabrak buih, kemudian disaksikan oleh perahu lain, itu sudah seperti melanggar. Dan itu diprotes. Istilahnya pada race itu, dia turun nilai. Tapi tidak mematikan seluruh nilai. Hanya race hari itu,” jelas Dodik.

Dodik mengatakan,  jika dilihat dari awal, Papua sudah juara di optimis putra, laser putra dan laser 4.7 putra, sehingga ia menilai bahwa Papua jago pada angin keras. Karenanya, dia berharap angin keras terus terjadi sampai 12 Oktober 2021.

Dia juga berharap selama pertandingan layar, angin tetap stabil sehingga atlet layar Papua bisa meraih emas.

Dodik pun mengungkapkan kekagumannya terhadap venue layar PON XX Papua yang dinilai terbaik di Indonesia saat ini dengan peralatan terlengkap.

“Tapi,  jangan sampai hal kecil mencoreng kedigdayaan Layar Papua. Harapan kita ini, masyarakat pesisir bisa menjadi atlet layar Papua, sehingga dikemudian hari bisa menjadi atlet layar nasional yang dibanggakan,” ujar Dodik.

PB Porlasi, kata Dodik, akan mensosialisasikan tentang aturan layar bagi masyarakat Papua sehingga pada saat event nasional berikutnya bisa tampil terdepan.

Sebelumnya, Emma Ledia Julia Yawan merasa dicurangi oleh panitia dan juri lantaran hasil results dalam pertandingan dianggap tidak sah, pihaknya pun melakukan aksi protes dengan mendatangi venue layar PON XX bersama beberapa orang kerabatnya.

Emma mendapatkan nilai tertinggi dan dianggap memenangi lomba tersebut, namun secara tiba – tiba juri membatalkan kemenangan Emma dan mengurangi nilai lantaran dia dianggap melakukan pelanggaran kecil. (Tia)