Lampaui Target PNBP 2021, Asrama Haji Jayapura Raih Peringkat Keenam

Asrama Haji Jayapura, Provinsi Papua

Keterangan gambar : Asrama Haji Jayapura, Provinsi Papua. (Foto : Istimewa)

JAYAPURA, Potret.co — Asrama Haji Jayapura Provinsi Papua berhasil melampaui target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2021 dan meraih peringkat keenam dalam pencapaian target seluruh asrama haji di Indonesia.

Asrama Haji Jayapura menargetkan PNBP sebesar Rp323 juta pertahun, sementara yang telah dicapai melebihi target sekitar Rp732 juta pertahun atau 226,02 persen.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt. Amsal Yowei menyatakan rasa syukur dan apresiasi pada segenap tim pada Bidang Haji dan Bimas Islam, khususnya yang berfokus pada pengelolaan asrama haji.

“Saya berharap ke depan capaian PNBP asrama haji terus meningkat. Karena peningkatan ini menunjukan bahwa asrama haji dibutuhkan, baik kamar maupun aula, sebagai pendukung berbagai kegiatan di Kota Jayapura khususnya. Selain tentu saja fungsi utamanya untuk mendukung kebutuhan internal Kementerian Agama, terutama kegiatan-kegiatan terkait pelayanan haji itu sendiri,” kata Kakanwil, Selasa (22/2/2022).

Capaian tersebut tidak terlepas dari perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Paralympic Nasional (PEPARNAS) yang diselenggarakan 2021 lalu di Provinsi Papua.

Kebutuhan penginapan untuk para kontingen dari berbagai daerah, menjadikan Asrama Haji Jayapura Provinsi Papua adalah salah satu yang dipilih dari beberapa penginapan di Kota Jayapura. Selain itu, penyewaan aula asrama haji turut menjadi sumber capaian target tersebut.

Diantaranya pernah digunakan oleh Satuan Brimob Polda Papua,organisasi dan paguyuban di beberapa kegiatannya. Hal itu diungkapkan Kabid Haji dan Bimas Islam Kanwil Kemenag Provinsi Papua, H. Musa Narwawan melalui pesan singkat.

“Pencapaian ini juga berkat etos kerja dari Unit Pelayanan Teknis (UPT) Asrama Haji untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana asrama haji. Mereka sangat semangat mempromosikan asrama haji kepada masyarakat melalui leaflet yang mereka buat,” sambungnya.  

Musa berharap, masyarakat mengetahui  bahwa asrama haji bukan hanya diperuntukkan untuk pelayanan jemaah haji saja, namun di luar jadwal operasional, asrama haji dapat digunakan sebagai tempat kegiatan maupun penginapan terhadap masyarakat luas, Pemerintah Daerah maupun sektor swasta.

“Kita upayakan sosialisasi melalui media elektronik, cetak maupun youtube dan lainnya agar diketahui luas multi fungsi dari asrama haji ini,” ucapnya.

Asrama Haji Jayapura Provinsi Papua telah beroperasi selama kurang lebih 3 tahun dengan skema regulasi PNBP, yang mana pendapatan tersebut akan masuk ke kas negara dan nantinya 80 persen akan dikelola kembali oleh asrama haji itu sendiri. (Red)