Kunjungan Komisi V DPR Papua ke SMKN 4 Jayapura, Guru Mengeluh Soal Asrama Hingga Biaya Prakerin

Foto bersama Komisi V DPR Papua usai kunjungi SMK Negeri 4 Jayapura

Keterangan gambar : Ketua Komisi V DPR Papua, Timiles Yikwa, SE dan sejumlah Anggota Komisi V DPR Papua saat foto bersama para guru SMK Negeri 4 Jayapura, Koya Barat, Diatrik Muaratami, Kota Jayapura, usai pertemuan. (Foto : Tiara)

JAYAPURA, Potret.co – Pimpinan dan sejumlah Anggota Komisi V DPR Papua yang membidangi  Pendidikan mengunjungi SMK Negeri 4 Jayapura yang berada di Koya Barat,  Distrik Muaratami, Kota Jayapura, Senin (23/5/2022). 

Kunjungan tersebut sekaligus menerima beberapa keluhan yang disampaikam oleh guru SMK Negeri 4 Jayapura atau Sekolah Agrowisata tersebut.

Salah satu satu Guru SMK Negeri 4 Jayapura,  Aman Mustaki mengatakan, jika pihaknya meminta agar aset asrama yang sempat digunakan untuk penginapan atlet dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua agar diserahkan ke sekolah tersebut.

“Sampai sekarang, asrama itu belum diserahkan, karenanya kami belum bisa menggunakannya sampai saat ini,’’ kata Aman kepad Ketua Komisi V DPR Papua, Timiles Yikwa.

Aman mengungkapkan, sangat membutuhkan asrama tersebut lantaran pihaknya tengah membuka pendaftaran siswa baru.

Selain asrama, Aman juga mengeluhkan soal biaya praktek kerja industry atau prakerin bagi siswanya di beberapa Balai Pembibitan Waena sebesar Rp800 ribu per siswa.

‘’Selama prakerin di Balai Pembibitan atau Balai Benih di Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Papua biayanya sebesar Rp800 ribu. Ini memberatkan para siswa karena untuk membayar komite per bulan saja, masih ada yang belum membayar, bahkan ada yang sampai 17 bulan,’’ ujar Aman.

Aman juga mengungkapkan bahwa SMK Negeri 4 Jayapura masih kekurangan dokter hewan dan meminta Komisi V DPR Papua memfasilitasi penambahan dokter hewan.

Keluhan lainnya yang disampaikan Aman kepada Komisi V DPR Papua yakni soal kekurangan peralatan modern, misalnya untuk peternakan.

‘’Kami justru kalah dengan para peternak atau petani yang memiliki peralatan modern,’’ ucapnya.

Merespon keluhan tersebut, Ketua Komisi V DPR Papua, Timiles Yikwa mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti keluhan ataupun aspirasi dari pihak SMK Negeri 4 Jayapura.

‘’Misalnya, untuk asrama yang belum diserahkan, kami harap dalam waktu dekat akan diserahkan. Ini juga bersamaan dengan penyerahan asset dari Dinas Pemuda dan Olahraga atau Disorda Papua kepada penerima manfaat akhir dari venue PON XX maupun asrama yang telah dibangun,” kata Timiles.

Timiles yang merupakan alumni SMK Negeri 4 Jayapura mengatakan bahwa siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut 90 persen orang asli Papua berasal dari kabupaten di Papua, sehingg asrama dibutuhkan sebagai tempat menginap para siswa.

Dia berharap, sebelum masuk tahun ajaran baru, asrama tersebut sudah diserahkan ke pihak sekolah.

Sementata untuk perlengkapan peralatan sekolah maupun keluhan adanya pungutan untuk siswa yang prakerin atau PKL, Timiles mengatakan, akan berkoordinasi dengan Komisi II DPR Papua.

 “Terkait hal ini, tentu kami akan sampaikan kepada Komisi II DPR Papua untuk menindaklanjuti keluhan siswa PKL yang diminta membayar Rp800 ribu, yang rinciannya tidak jelas. Itu tujuannya apa?. Apalagi ini dimintai per siswa, tentu sangat memberatkan. Sementara, UPT tersebut milik pemerintah, semestinya tidak ada biaya lagi,’’ ujarnya. (Tia)