KSAD : Kelompok Separatis Teroris Papua Belum Paham Tentang NKRI

Foto bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Makodam XVII/Cenderawasih. (Foto : Istimewa)

Keterangan gambar : Foto bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Makodam XVII/Cenderawasih. (Foto : Istimewa)

JAYAPURA, Potret.co – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengatakan bahwa Kelompok Separatis Teroris atau KST Papua atau sering disebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) bukan musuh, namun mereka adalah kelompok yang berbeda pandangan dan tidak paham tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sebenarnya banyak saudara kita (orang asli Papua) yang prestasinya lebih besar, yang lebih paham apa itu NKRI. Oleh karenanya saya mengingatkan (prajurit) agar dalam melaksanakan tugas di Papua, jangan sampai berpikiran untuk membunuh mereka,” tegas Jenderal Dudung di Makodam XVII/Cenderawasih, Selasa (23/11/2021).

Dudung didampingi Pangdam Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono mengatakan, prajurit yang bertugas di Papua bukanlah untuk melakukan operasi perang, namun dalam hal ini membantu Polri dan pemerintah daerah setempat dalam menjaga situasi keamanan dari berbagai gangguan, termasuk gangguan dari Kelompok separatis yang memegang teguh ideologi untuk memisahkan diri dari NKRI.

“Kehadiran pasukan TNI juga untuk membantu memulihkan perekonomian masyarakat. Mereka yang berseberangan (kelompok separatis) harus kita rangkul, kita berikan pemahaman sehingga mereka mau kembali bergabung dengan NKRI dan bersama membangun Papua,” ujarnya.

Jenderal Dudung berpesan agar mama mama Papua dan kaum milenial harus diberikan perhatian lebih, sehingga dapat meningkatkan perekonomian mereka.

“Kita ajarkan sehingga mereka bisa mandiri, termasuk kaum milenial Papua sebagai generasi penerus bangsa yang harus kita kawal, demi kejayaan di tanah Papua ini,” ucapnya.

Dudung menegaskan bahwa kunjungannya ke Papua untuk mengetahui sejauh mana kesulitan prajurit selama melaksanakan tugas operasi di Papua.

Pada kesempatan tersebut, Jenderal Dudung meminta setiap prajurit yang bertugas untuk senantiasa menanamkan di hati bahwa bertugas di Papua adalah demi bangsa dan negara, dan demi menjaga serta melindungi masyarakat Papua..

“Bila kalian (prajurit) selesai tugas dan ada masyarakat menangisi kalian karena masih ingin kalian tugas dan tinggal bersama-sama dengan mereka, berarti kalian sudah berhasil merebut hati dan simpatinya,” ujarnya. (Red)