Korem 172/PWY akan Perketat Pengamanan Bandara Sentani

Danrem 172 PWY, Kolonel Inf. Juinta Omboh Sembiring

Keterangan gambar : Danrem 172/PWY, Kolonel Inf. Juinta Omboh Sembiring saat diwawancara usai pertemuan perdana bersama insan pers di Jayapura. (Foto : Tiara)

JAYAPURA, Potret.co  – Dalam upaya mencegah penyelundupan senjata api (senpi) dan amunisi ke wilayah Pegunungan Papua,  Korem 172/PWY  akan lebih memperketat pengamanan di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

Hal itu ditegaskan Komandan Korem 172/PWY, Kolonel Inf Juinta Omboh Sembiring saat menggelar pertemuan bersama insan pers di Jayapura, Jumat (17/6/2022).

‘’Sesuai perintah Pangdam XVII/Cenderawasih untuk turut serta membuat kegiatan cegah semua barang-barang ilegal yang akan dibawa ke wilayan Pegunungan Papua, baik amunisi, senjata, miras ilegal maupun narkoba,’’ ujar Danrem.

Danrem menegaskan bahwa barang-barang tersebut jangan sampai tiba di wilayah pegunungan Papua, sebab akan merusak dan menciptakan konflik.

‘’Kalau orang mabuk, dia tidak sadar, lalu menikam orang, itu bisa jadi perang suku. Ini tidak baik,” ujarnya.

Terkait amunisi yang ditemukan oleh petugas Avsec Bandara Sentani milik oknum prajurit yang didapatkan secara illegal, Danrem mengatakan memberikan apresiasi kepada petugas tersebut.

‘’Temuan itu masih dalam penyelidikan, karena membawa amunisi dalam jumlah banyak tentu patut dicurigai. Sekarang dalam proses dan akan ditindaklanjuti lewat Panglima, karena jika amunisi itu sampai diatas, bisa tidak baik,” ucapnya.

Danrem pun mengapresiasi petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Sentani yang sebelumnya bersama-sama dengan TNI dan Polri untuk melakukan pencegahan tersebut.

 “Ini bagian prestasi menurut saya, sehingga perlu diberikan apresiasi kepada mereka,” kata Danrem.

Korem 172/PWY, kata Danrem, akan membangun kohesi dengan semua masyarakat atau stakeholder dalam mengobati dan menyembuhkan luka serta mengubur dendam di Papua.

Dia juga menegaskan bahwa pertemuan di Base Ops Lanud Silas Papare Sentani adalah kegiatan untuk mensupport kohesi dengan protokoler, AirNav, Angkasa Pura, Lanud Silas Papare.

‘’Agar mereka lebih proaktif dan bersinergi dalam mencegah kegiatan ilegal yang akan dilakukan melalui Bandara Sentani,” jelasnya. (Tia)