Korban Terdampak Banjir Jayapura Harap Bantuan Perbaikan Rumah dari Pemerintah

Yulce Samon

Keterangan gambar : Yulce Samon. (Foto : Syahriah)

JAYAPURA, Potret.co – Menteri Sosial RI, Tri Rismahaharini meninjau lokasi banjir dan tanah longsor serta posko pengungsian bagi warga terdampak bencana tersebut sekaligus menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp1,3 miliar di Kota Jayapura, Papua, Kamis (13/1/2022).

Mengawali kunjungan kerjanya di Kota Jayapura, Mensos meninjau lokasi banjir terparah di kompleks Perumahan Organda, Padangbulan. Kemudian dilanjutkan mengunjungi para pengungsi di GOR Trikora Abepura.

Salah satu pengungsi di GOR Trikora Abepura, Yulce Samon memberikan apresiasi kepada Mensos yang telah melihat langsung situasi daerah yang tergenang banjir dan korban yang mengungsi.

Menurut Yulce, hampir sebagian besar warga di Konya, Padangbulan memilih mengungsi di GOR Trikora lantaran rumah mereka tergenang banjir sangat parah.

Bahkan menurutnya, banjir yang terjadi Jumat (7/1/2022) merupakan yang terparah lantaran pasca banjir, rumah mereka nyaris tidak dapat dihuni.

“Kami sangat senang ibu Mensos bisa datang lihat kami disini, sebagai masyarakat kecil berterima kasih atas bantuan yang diberikan, sangat terbantu di tengah kondisi bencana yang kami alami,” kata Yulce.

 Yulce pun mengungkapkan bahwa sebagai warga Konya, dirinya meminta kepada Mensos agar membantu merenovasi rumah yang sudah hancur pasca bencana.

“Rumah kami sudah hancur dan tidak layak huni, tidak tau lagi mau minta bantuan dari siapa, sebab pemerintah tidak pernah tanggapi keluhan kami,” tutur Yulce.

Pascalino

Dia berharap pemerintah bisa melihat kondisi korban di lapangan, terlebih saat ini rumah mereka nyaris tidak layak untuk dihuni, lantaran tertimbun lumpur yang cukup tebal dan beraroma menyengat, sehingga sangat mengganggu.

Apresiasi kepada Mensos atas kunjungannya ke Posko pengungsi juga disampaikan Pascalino (12). Dia merasa sangat senang dengan bantuan yang diberikan oleh Mensos.

“Saya sangat senang dapat bantuan perlengkapan sekolah, akhirnya bisa sekolah lagi, waktu banjir semua perlengkapan sekolah hancur, air masuk sampai diatas rumah, jadi saya senang dapat bantuan,” kata Pascalino.

Banjir dan tanah longsor terjadi di Kota Jayapura setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis sore hingga Jumat pagi (6-7/1/2022). Data Pemerintah Kota Jayapura per 9 Januari 2022, ebanyak 7.005 jiwa di empat distrik terdampak bencana alam tersebut.

Ketua Tanggap Darurat Bansor Kota Jayapura, H.Rustan Saru menyebutkan, warga yang terdampak banjir dan longsor masing – masing 1.847 jiwa di Distrik Jayapura Selatan dari 594 kepala keluarga (KK) berada di wilayah SMA Negeri 4 Kelurahan Entrop, wilayah Distrik Heram meliputi Perumnas IV, Poltekes dan Organda sebanyak 1.708 jiwa dari 600 lebih KK, di wilayah Youtefa Distrik Abepura sebanyak 1.950 jiwa dan sisanya berada di Distrik Jayapura Utara. (Ari)