Koordinator Relawan Jurnalis Peliputan PON XX Kabupaten Jayapura Minta Maaf

Suasana pembukaan Pelatihan Teknis Jurnalis Peliputan PON XX Klaster Kabupaten Jayapura beberapa waktu lalu. Foto Irfan

KABUPATEN JAYAPURA, Potret.co  – Koordinator Relawan Jurnalis Peliputan PON XX Kabupaten Jayapura, Paskalis Keagop meminta maaf dan sekaligus memberikan klarifikasi terkait berita dari media-media online yang beredar di media sosial yang menuding Bidang Sekretariat dan Humas Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura meninggalkan utang dalam menggelar pelatihan teknis jurnalis peliputan PON XX di Kabupaten Jayapura.

Dalam rilisnya yang dikirim ke grup WhatsApp Media Peliputan PON XX Papua Tahun 2021, Paskalis Keagop menegaskan bahwa pelaksanaan pelatihan tersebut dilakukan oleh Bidang TIK, sehingga tidak berkaitan dengan Bidang Sekretariat dan Humas Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura.

“Berita-berita dari media online yang beredar Bidang Sekretariat dan Humas Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura belum membayar utang pelatihan jurnalis peliputan PON XX di Kabupaten Jayapura jelas keliru. Sehingga saya yang membuat rilis tersebut mengklatifikasi dan meminta maaf,,” kata Paskalis, Senin (13/9/2021) malam.

Dia juga meminta maaf kepada Ketua Umum Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura, Wakil Ketua Umum II, Ketua Harian, Sekretaris Umum dan juga Wakil Sekretaris I Bidang Kesekretariatan dan Humas serta pihak-pihak yang telah disebutkan pada pemberitaan di media-media online sebelumnya yang telah beredar dan menimbulkan kegaduhan serta berdampak negatif.

“Sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan yang dibuat. Permohonan maaf juga kami sampaikan kepada Demas Worumi yang namanya tercantum dalam pemberitaan sebelumnya yang disebutkan sebagai penanggung jawab pengguna anggaran di Bidang Humas,” ucapnya.

Dia menyatakan bahawa pelatihan jurnalis sesuai pernyataannya yang telah dilaksanakan pada 20-21 Agustus 2021 lalu di Grand Allison Hotel itu adalah pelatihan Admin Aplikasi SIMPON dan juga pelatihan teknis jurnalis peliputan PON XX merupakan bagian yang diselenggarakan oleh Bidang Teknologi dan Informasi Komunikasi atau TIK pada Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura.

Terkait pelatihan tersebut, Paskal kembali menegaskan, bahwa urusan kehumasan merupakan tugas pokok dan fungsi atau tupoksi dari sekretariat yang secara struktur berada pada Wakil Sekretaris I Bidang Sekretariat dan Humas, yang menurutnya merupakan tugas yang melekat pada Bidang TIK sehingga menyebabkan kesalahan persepsi dalam penulisan pers release berita tersebut.

“Bidang Humas dan Sekretariat Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura tidak pernah melaksanakan kegiatan yang dimaksud. Karena kegiatan tersebut tidak terdapat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Induk Sekretariat Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura,” ujarnya.

“Pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang TIK adalah kegiatan yang dibiayai oleh Bidang TIK, sehingga pemberitaan ini menjadi out of konteks,” tambah Paskalis.

Selain itu, kata Paskalis, pelaksanaan belanja 30 persen pada DPA Sekretariat Bidang Humas sudah sesuai peruntukannya, sehingga adanya pernyataan bahwa belanja yang dikeluarkan adalah belanja pelatihan sangatlah tidak benar dan tidak mendasar.

Karena untuk belanja Humas dengan nilai Rp300 juta, kata dia,  seperti yang telah diberitakan itu adalah belanja estimasi yabg dibuat dengan perkiraan bahwa belanja tersebut adalah belanja pelatihan dan inilah yang menjadi kekeliruan dalam menyampaikan informasi. (Irf)