Konflik Warga di Jayawijaya Berakhir dengan Denda Rp2,5 Milyar dan 20 Ekor Babi

Pembayaran denda Rp2,5 milyar kepada keluarga korban konflik antar suku Lanny Jaya dan Nduga yang terjadi di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Papua beberapa waktu lalu. (Foto : Istimewa)

Keterangan gambar : Pembayaran denda Rp2,5 milyar kepada keluarga korban konflik antar suku Lanny Jaya dan Nduga yang terjadi di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Papua beberapa waktu lalu. (Foto : Istimewa)

JAYAWIJAYA, Potret.co – TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya, Batalyon Infanteri 756/WMS dan Polres Jayawijaya bersama Forkopimda Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Nduga dan Kabupaten Lanny Jaya menyelesaikan konflik yang sedang terjadi antara dua kelompok masyarakat dari suku Nduga dan suku Lanny Jaya.

Penyelesaian permasalahan tersebut diawali dengan rapat koordinasi bersama oleh Forkopimda tiga kabupaten tersebut dengan unsur TNI-Polri di Gedung Otonom Wenehule Huby, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (12/1/2022).

Pada rapat tersebut, Bupati Nduga Wentius Nimiangge mengungkapkan bahwa pihak keluarga korban Almarhum Yonas Kelnea dan Almarhum Luok Heluka menuntut agar pelaku pembunuhan diproses hukum dan meminta pemberian santunan berupa uang tunai sebesar Rp2,5 milyar dan 20 ekor babi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lanny Jaya Befa Jigibalom menyampaikan bersedia untuk memenuhi tuntutan korban khususnya masalah pembayaran denda dan santunan kepada keluarga korban.

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang pada kesempatannya mendorong agar Pemerintah Daerah dapat segera melaksanakan proses perdamaian secara adat yaitu pembayaran adat dan upacara bakar darah, patah panah serta kedua belah pihak yang bertikai segera berdamai.

Selain itu pada saat perdamaian agar dihadirkan perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat dari masing-masing suku yang bertikai.

Penyelesaian konflik antarsuku di Jayawijaya..

Usai rapat, pukul 15.40 WIT dilaksanakan penyerahan santunan sesuai tuntutan pihak keluarga korban bertempat di rumah duka Kampung Elekma, Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya telah berlangsung penyerahan santunan sesuai tuntutan pihak keluarga korban yang dihadiri sekitar 1.500 masyarakat. Rencananya pada Kamis (13/1/2022), proses perdamaian akan dilangsungkan di Lapangan Sinapuk Distrik Wamena Kabupaten Jayawijaya.

Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan menyampaikan bahwa TNI akan menyikap setiap permasalahan dengan pendekatan humanis.

Dalam hal penyelesaian perang antarsuku Nduga dan Lanny Jaya, diupayakan agar segera dilakukan dengan mengedepankan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda.

Pihaknya meminta kedua suku yang bertikai, agar menahan diri dan menghentikan perang.

“Mari kita bersama menciptakan kondisi aman dan damai, agar pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ucap Danrem. (Red)