Kemenkominfo Sebut UMKM Papua Berpotensi Masuk Marketplace

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Septriana Tangkary

Keterangan gambar : Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Septriana Tangkary saat diwawancara. (Foto : Syahriah)

JAYAPURA, Potret.co – Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Septriana Tangkary mengatakan, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Papua berpotensi masuk marketplace atau platform yang membantu pelaku usaha mempermudah transaksi jual beli.

Hal itu disampaikan Septriana usai menjadi salah satu juri pada pelatihan bisnis intensif sebagai bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Papua yang dikemas dalam kegiatan Masterclass BBI Papua, di ballroom Bank Indonesia Papua, Senin (22/8/2022).

Dia berharap, dari kegiatan BBI di Papua, 1.000 pelaku usaha mikro kecil dan menengah dapat memiliki akun digital sebagai upaya transformasi digital, khususnya di sektor UMKM.

‘’Di Papua ini cukup besar potensinya. Kita bisa lihat peran UMKM yang akan masuk ke dalam on boarding atau marketplace. Bahkan bisa lebih dari 5.000 UMKM. Itu bisa tercapai dengan humanis, kita berkolaborasi dengan seluruh jajaran yang ada di Papua,’’ kata Septriana.

Gernas BBI merupakan kampanye yang mengajak masyarakat Indonesia termasuk di Papua untuk bangga dengan membeli, menggunakan, mengkonsumsi, serta mempromosikan produk-produk lokal berkualitas agar pelaku UMKM terus bertumbuh dan berkembang.

Kemenkominfo bertindak sebagai Campaign Manager untuk Provinsi Papua. Rangkaian kegiatan dilaksanakan sejak bulan Juni hingga Agustus ini.

Bram Martin Stevanus selaku pemilik usaha Star Mount

Sebagai informasi, kegiatan masterclass BBI Papua digelar di ballroom Bank Indonesia Papua diikuti 20 pelaku usaha mikro kecil dan menengah hasil seleksi dari 60 UMKM.

Pada pelatihan tersebut, 20 peserta diseleksi kembali melalui sistem penilaian dari dewan juri yang terdiri dari perwakilan Bank Indonesia Papua, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Dana Indonesia untuk menjaring lima terbaik.

Dari lima terbaik, oleh dewan juri diseleksi kembali menjadi tiga besar. Sistem penilaian diberikan setelah para peserta melakukan presentasi produk usaha mereka masing-masing.

Juara pertama pada kegiatan tersebut diraih oleh Bram Martin Stevanus selaku pemilik usaha Star Mount, sementara, juara kedua diraih oleh Maritje Gerandina Waromi selaku pemilik usaha Tepung Sagu Meteo dan Papeda Instan, dan juara ketiga diraih oleh Lita Chrysti Numberi selaku pemilik usaha Meja Kopi. Ketiganya mendapatkan piagam penghargaan, sertifikat dan uang pembinaan dari pelaksana kegiatan.

Pada kesempatan tersebut, Bram Martin Stevanus menyampaikan bahwa menjadi tantangan bagi dirinya setelah terpilih menjadi juara pertama dalam kegiatan Masterclass BBI Papua.

‘’Walaupun bisnis, tetapi saya harus memberikan karya terbaik, khususnya usaha kopi di Jayapura,’’ kata Bram. (Ari)