Klarifikasi Pimpinan DPRP Soal Walk Out Plt Sekda Papua dari Rapat Paripurna

Ketua DPRP, Jhonny Banua Rouw dan Wakil Ketua III DPRP Yulianus Rumbairussy saat memberikan keterangan soal walk out Plt Sekda Papua. Foto Tiara

JAYAPURA, Potret.co – Ketua DPR Papua, Jhonny Banua Rouw memberi klarifikasi terkait Plt Sekda Papua, Ridwan Rumasukun yang meninggalkan ruang rapat paripurna pada Senin (13/9/2021).

Jhonny didampingi Wakil Ketua III DPRP Yulianus Rumbairussy menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Papua apabila hal tersebut menyinggung Plt.Sekda Papua saat menghadiri rapat paripurna.

Jhonny juga menyampaikan beberapa poin penting dalam klarifikasinya tersebut. Bahwa rapat paripurna DPR Papua dalam rangka Pembahasan materi Raperdasi/Raperdasus Non APBD dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan sehingga dalam pelaksanaan dihadiri 50  persen secara fisik dan 50  persen secara daring/virtual.

Kemudian, pimpinan dewan bersifat kolektif kolegial sehingga dalam pelaksanaan tugas dilakukan secara bergantian, Rapat Paripurna hari  Senin 13 September 2021 dipimpin oleh Wakil Ketua II DPR Papua, Edoardus Kaize.

“Dan berdasarkan surat penugasan Gubernur Papua, menugaskan Plt Sekda menghadiri rapat paripurna kemarin dan melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Gubernur Papua,” ujarnya.

“Pembukaan sidang berjalan dengan tertib, namun ketika Plt Sekda hendak menyampaikan pidato penjelasan kepala daerah, saat itu terjadi interupsi yang dilakukan oleh pimpinan dan beberapa  anggota dewan yang mempertanyakan tentang dualisme Sekretaris Daerah Provinsi Papua,” jelas Jhonny.

Menurutnya, interupsi atau penyampaian pendapat oleh anggota dewan dalam rapat paripurna merupakan hal yang biasa terjadi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi anggota dewan sebagaimana diatur dalam tata tertib DPR Papua.

“Namun, dinamika yang terjadi dalam rapat tersebut membuat Plt Sekda Papua, Ridwan Rumasukun memutuskan keluar meninggalkan ruang rapat paripurna. Sehingga tidak benar bahwa Ketua /Pimpinan Dewan dan Anggota DPR Papua mengusir beliau (Ridwan Rumasukun) dari ruang Rapat Paripurna,” jelas Jhonny, Selasa (14/9/2021).

Diberitakan sebelumnya, Plt.Sekda Papua, Ridwan Rumasukun dan beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Papua meninggalkan ruang sidang atau walkout dalam rapat paripurna IV dengan agenda pembahasan dan penetapan Raperdasi/Raperdasus Non APBD tahun 2021, Senin (13/9/2021).

Walkout tersebut dipicu polemik dualisme Sekda Papua yang menjadi perdebatan dalam ruang sidang.

Meski diminta untuk tidak meninggalkan ruang sidang, namun Ridwan memohon izin untuk keluar dari ruangan tersebut. “Mohon ijin saya pulang,” kata Ridwan yang diikuti beberapa pimpinan OPD Pemprov Papua. (Tia)