KKB Hadang dan Aniaya Warga di Paniai

Warga mengamankan diri ke Koramil 1703-01 Enarotali usai dihadang dan dianiaya oleh KKB

Keterangan gambar : Warga mengamankan diri ke Koramil 1703-01 Enarotali usai dihadang dan dianiaya oleh KKB. (Foto : Istimewa)

JAYAPURA, Potret.co – Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Kodap XIII Kegepa Nipo Paniai pimpinan Mathius Gobay kembali melakukan aksinya. Terbaru kelompok ini melalukan penghadangan dan perampasan barang milik warga sipil.

Kasus tersebut terjadi di Kampung Baguwo, Distrik Topiyai, Kabupaten Paniai, Papua Tengah pada Jumat (7/10/2022) sekitar pukul 14.40 WIT.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal membenarkan kejadian tersebut.

Dia menjelaskan kronologi kejadian bahwa sekitar pukul 14.40 WIT tiga orang warga sipil beserta satu personel TNI selesai mengantar Profil Tank (tangki air) di Distrik Aradide dan akan kembali ke Kampung Enarotali.

Pada saat melewati SMP 1 Ekadide empat orang Guru Honorer meminta untuk ikut menumpang ke Kampung Enarotali dengan menggunakan 2 unit Truk Sipil.

Ia menjelaskan bahwa setibanya di Kampung Baguwo, Distrik Topiyai, rombongan dihadang oleh sekitar 20 orang KKB menggunakan empat buah senjata api.

“Seketika mereka dihadang dan KKB menyuruh mereka untuk turun dari truck kemudian memukul para korban ini menggunakan popor senjata serta ditelanjangi,” kata Kamal, Sabtu (8/10/2022).

Kemudian Kelompok tersebut menanyakan kepada para korban apakah membawa senjata api atau tidak sambil ditendang dan membawa barang-barang elektronik milik para korban.

“Mereka hadang para korban dan menanyakan apakah membawa senjata atau amunisi, Namun tidak ada yang membawa barang-barang tersebut,” ujarnya.

Dikatakan, masyarakat Kampung Baguwo yang melihat kejadian itu langsung datang dengan tujuan untuk menyelamatkan para korban pada saat itu juga KKB meninggalkan TKP.

Melihat situasi yang sedikit landai, personel TNI yang saat itu ada di TKP langsung melarikan diri ke arah Kampung Enarotali dan diantar oleh tukang ojek ke Koramil 1703-01 Enarotali.

“Setelah merampas barang bawaan milik para korban KKB kemudian menyuruh para korban untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Enarotali,” ucap Kamal.

Kamal menambahkan, dari kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun para korban mengalami sejumlah luka lebam akibat dianiaya ole KKB.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dari kejadian itu, dua truck yang membawa delapan masyarakat tersebut tiba di Koramil 1703-01 Enarotali dalam keadaan aman namun terdapat luka lebam akibat terkena pukulan Popor Senjata oleh KKB,”  jelasnya. (Red)