Kirab Api PON XX akan Diarak Keliling Danau Sentani, Mathius Minta Dukungan Masyarakat Adat

Ketua Umum Sub PB PON Klaster Kabupaten Jayapura yang juga Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat diwawancara., Senin. (Foto : Irfan)

JAYAPURA, Potret.co – Kirab api Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun 2021 dimulai dari Kota Sorong, Papua Barat pada 26 September, selanjutnya resmi dilepas untuk dibawa ke Kabupaten Biak pada 27 September, kemudian ke Kabupaten Mimika pada 28 September, Kabupaten Jayawijaya pada 29 September, Kabupaten Merauke pada 30 September, hingga akhirnya masuk Kota dan Kabupaten Jayapura pada 1 Oktober mendatang.

Kirab api obor PON akan tiba di Bandara Sentani, selanjutnya akan dibawa ke Kota Jayapura. Sehari di Kota Jayapura, keesokan harinya pada 2 Oktober dibawa ke Kabupaten Jayapura yang di pusatkan di Kompleks Perkantoran Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani.

Terlebih dahulu api PON XX diarak keliling Danau Sentani. Titik star dari Danau Sentani bagian Barat (Waibhu) ke Sentani Tengah (Norobhu), hingga masuk di Sentani Timur (Daribhu) dan masuk di Stadion Utama Lukas Enembe, Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Ketua Umum Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw meminta dukungan masyarakat adat di Buyakha. Baik itu, di Waibhu, Norobhu dan Daribhu.

“Dukungan masyarakat adat di kampung-kampung yang mendiami kawasan Danau Sentani, baik kampung-kampung di pulau. Tetapi, juga yang ada di pinggiran danau sangat dibutuhkan. Supaya ada kesan positif yang dapat diberikan kepada peserta dan semua orang yang terlibat dalam pengarakan api obor PON tersebut,” kata Mathius, Senin (27/9/2021).

“Tidak ada sesuatu yang bisa kita berikan, hanya berharap agar masyarakat adat, masyarakat kampung dari Waibhu sampai Daribhu termasuk juga masyarakat di Kota Sentani dan sekitanya bisa menyaksikan dan terlibat dalam semarak arak-arak api obor PON itu,” sambungnya.

Dalam arak – arakan tersebut yang akan melewati setiap tempat yang telah ditentukan, maka dapat memberitahukan kepada masyarakat yang bermukim bahwa peseta olahraga terakbar di tanah air yakni, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 sedang berlangsung di Tanah Papua.

“Hal itu bisa kita dukung karena kita adalah tuan rumah. Segala perbedaan, segala hal, segala isu-isu yang tidak benar jangan direspon. Karena kebiasaan kita kalau tamu datang kita wajib menerima dan menyambut sebagai tuan rumah yang baik, serta mari kita sukseskan PON ini,” ujarnya.

Dengan menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu-tamu yang dating, tentu akan melahirkan respon positif dari tamu. Meski begitu, Mathius juga mengatakan bahwa sebagai tuan rumah segalanya tidak sempurna, masih ada kekurangan dari waktu ke waktu terus akan dibenahi.

“Tidak ada hal yang lebih hebat selain kita sukseskan PON XX dan berikan kesan indah. Dengan demikian orang-orang yang datang dan menyaksikan akan berkata, Papua luar biasa,” kata Mathius. (Irf)