Kasus Penganiayaan di Halaman Puspenka Sentani, Korban dan Pelaku Sepakat Berdamai

Korban penganiayaan Austen E. Yakarimilena dan dua pelaku pemukulan James G. Tokoro dan Astus Puraro akhirnya berdamai, di Ruang Penyidik Satreskrim Polres Jayapura, Senin.

Keterangan gambar : Korban penganiayaan Austen E. Yakarimilena dan dua pelaku pemukulan James G. Tokoro dan Astus Puraro akhirnya berdamai, di Mapolres Jayapura, Senin. (Foto : Irfan)

KABUPATEN JAYAPURA, Potret.co – Kasus pengeroyokan yang dilakukan James G. Tokoro dan Astus Puraro terhadap Austen E. Yakarimilena di Halaman Puspenka Hawaii Sentani, Kabupaten Jayapura pada 2 Juli 2021 berujung damai pada Senin (4/10/2021).

Perdamaian itu dilakukan ruang Penyidik Reskrim Polres Jayapura disaksikan Billy Tonny Yan Zacheus Suwae (Billy Suwae) mewakili keluarga korban dan juga saksi dari perdamaian kedua belah pihak, dr. John Manansang Wally serta Hanny Felle selaku perwakilan dari keluarga pelaku penganiayaan dan juga saksi perdamaian antara kedua belah pihak.

Surat bukti perjanjian damai tertulis telah di tanda tangani kedua belah pihak dengan damai tanpa ada paksaan dari pihak mana pun dengan dilampirkan meterai.

Dalam surat perjanjian perdamaian tersebut juga dijelaskan kedua belah pihak tidak akan saling mengulangi perbuatannya dan segala kerugian yang timbul akibat perbuatan para pelaku akan ditanggung maupun diselesaikan oleh para pelaku yang tertuang di dalam surat perjanjian tersebut.

“Saya berterima kasih atas kesediaan dari saudara Austen Yakarimilena selaku Ketua Himapura, yang telah berbesar hati untuk menarik atau mencabut laporannya dan kami sepakat berdamai secara kekeluargaan, serta selesaikan masalah ini dengan kekeluargaan maupun organisasi,” kata James.

“Mana bagian yang kita bicara individu dengan individu, mana yang kita bicara secara organisasi pemuda di Kabupaten Jayapura. Ini terjadi karena masalah mahasiswa atau pemuda di Kabupaten Jayapura, sementara ada pihak yang diuntungkan dan ada juga dirugikan. Jadi kami melihat dari situ dan buat aksi, ternyata dia berujung sampai pada masalah kriminal hingga kami masuk dalam tahanan,” sambungnya.

James Tokoro menuturkan, pihaknya berpikir awalnya permasalahan organisasi itu dinamika, tetapi terjadi hal demikian sehingga ia menerima saja.  

“Namun kami bersyukur, karena saudara Austen Yakarimilena sudah datang dengan kerendahan hati dan saling bermaaf-maafan, serta mencabut laporan yang pernah saudara Austen buat,” tuturnya.

Dia mengatakan, kedepan tidak ada lagi masalah diantara mereka secara pribadi, demikian juga rekan – rekan di organisasinya Impas dan Himapura.

Diapun berpesan kepada para pemuda agar menjadikan pembelajaran kasus yang dialaminya dan berharap segala sesuatu diselesaikan secara musyawarah organisasi dan kekeluargaan.

Sementara itu, Austen E. Yakarimilena selaku pelapor dan korban penganiayaan mengatakan, hari ini dirinya datang bersama kuasa hukum dan keluarga ke Polres Jayapura tanpa ada tekanan dan juga paksaan, atau berkaitan dengan hal-hal yang menekan dirinya untuk datang dan membuat kesepakatan berdamai dengan James G. Tokoro dan Astus Puraro.

“Saya pikir penyelesaian ini baik, sehingga hal-hal yang menyangkut informasi atau berita hoax (bohong) yang selama ini beredar di medsos itu bisa diredam dan di pentalkan. Di mana, dalam berita atau info di medsos itu menyampaikan, bahwa saya tidak bertanggung jawab dalam kasus ini, dengan sendirinya saya sampaikan bahwa hal-hal itu tidaklah benar,” ucap Ketua Himapura ini.

Sebelumnya, kedua pelaku yakni James G. Tokoro dan Astus Puraro melakukan penganiayaan terhadap korban Austen E. Yakarimilena di depan halaman Puspenka Hawaii, Kota Sentani, sebelum pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Himapura pada tanggal 2 Juli 2021 lalu.

Untuk diketahui, pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Himpunan Mahasiswa Jayapura (Himapura) pada tanggal 2 Juli 2021, dibubarkan paksa oleh sekelompok pemuda dan mahasiswa. (Irf)