Kadis ESDM : Pembangunan 14 Sumur di Keerom Capai 90 Persen

Kepala Dinas ESDM Provinsi Papua, Frits J Boray

Keterangan gambar : Kadis ESDM, Frits J Boray. (Foto : Papua.go.id)

JAYAPURA, Potret.co – Kepala Dinas ESDM Provinsi Papua, Frits J Boray mengatakan, pembangunan 14 sumur di Kabupaten sudah mencapai 90 persen lebih.

“Semua sudah selesai, hanya sumur eksplorasi yang harus dibenahi, masalah teknis saja. Ya, kita harapkan sumur ekplorasi ini cepat selesai,” kata Frits Boray disela kunjungan kerja Komisi IV DPR Papua yang meninjau pembangunan 14 sumur tersebut di Pasar Advijan, Kabupaten Keerom, Sabtu (20/11/2021).

Ke 14 sumur yang dibangun oleh Dinas ESDM Provinsi Papua itu terletak di Pasar Sentral Advijan, Kabupaten Keerom, terdiri 1 sumur eksplorasi, 1 sumur pantau dan 12 sumur resapan.

Frits menjelaskan, pembangunan 12 sumur resapan menggunakan anggaran sebesar Rp115 juta, sedangkan sumur pantau Rp132 juta dan sumur eksplorasi Rp300 juta.

Ketua Komisi IV DPR Papua, Herlin Beatrix Monim mengapresiasi Dinas ESDM yang berkoordinasi dengan Pemkab Keerom, terutama untuk lokasi pembangunan sumur.  

“Lokasinya sangat tepat. Ini akan bermanfaat, terlebih pasar ini akan menjadi sentral bisnis atau pusat perekonomian di Kabupaten Keerom yang menghubungkan antar kabupaten, karena jalan darat ke Wamena sudah dibuka. Tentu bisa menjadi pusat perekonomian,” ujar Beatrix.

Pihaknya berharap Pasar Sentral Advijan Keerom ini dapat didorong dengan baik agar program yang diturunkan oleh Pemprov Papua melalui Dinas ESDM bisa bermanfaat bagi rakyat.

Ketua Komisi IV DPR Papua, Herlin Beatrix Monim bersama Anggota Komisi IV DPR Papua dan Kadis ESDM, Frits J Boray  meninjau lokasi pembangunan sumur Program Dinas ESDM di Pasar Sentral Advijan, Kabupaten Keerom, akhir pekan kemarin. (Foto : Tiara)

Beatrix juga mengingatkan harus ada sinergi antara Pemkab Keerom dan Pemprov Papua berupa penyediaan sarana air bersih oleh Pemprov Papua dan Pemkab Keerom memiliki sarana fasilitas pasar harus difungsikan.

“Sebab, sumur ini jika tidak difungsikan, apalagi kondisi tekstur tanahnya berlumpur, nanti bisa bermasalah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peringdagkop Kabupaten Keerom, jika pembangunan ke 14 sumur dari Dinas ESDM Provinsi Papua sangat bermanfaat bagi masyarakat dan Pemkab Keerom.

“Bapak Bupati atas nama masyarakat menyampaikan terima kasih dan apresiasi dengan adanya pembangunan sumur di Pasar Sentral Advijan Keerom ini,” ucapnya.

Pasar Sentral Advijan dibangun tahun 2015 diatas lahan seluas 10 hektar. Aawalnya akan menjadi pasar grosir, namun karena kebijakan Bupati Pieter Gusbager, pasar tersebut akan dijadikan pasar induk.

“Pasar ini nantinya akan dibuka rest area untuk menghubungkan daerah Pegunungan Tengah Papua. Menurut bapak bupati ini sangat strategis, apalagi Keerom akan jadi pusat industri pakan ternak, sehingga Pasar Induk ini akan menjadi wajah Kabupaten Keerom,”  kata Kadisperindagkop.

Diketahui, kunjungan kerja dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPR Papua didampingi beberapa Anggota Komisi IV DPR Papua diantarnya Herman Yogobi, Mathea Mamoyao, Timotius Wakur, Apeniel Sani dan Alfred Anouw juga staf ahli. (Tia)