Ini Sebab Rapat Paripurna Raperda Non APBD DPR Papua Diskors

Suasana rapat paripurna membahas Raperda Non APBD Papua

Keterangan gambar : Suasana rapat paripurna membahas Raperda Non APBD Papua. (Foto : Tiara)

JAYAPURA, Potret.co – Sidang paripurna DPR Papua membahas Raperdasi dan Raperdasus Non APBD pada Jumat (24/6/2022) malam diskors atau ditunda untuk sementara waktu lantaran tidak memenuhi quorum atau jumlah minimum anggota yang hadir dalam rapat tersebut.

Wakil Ketua III DPR Papua, Yulianus Rumbairussy yang memimpin sidang tersebut mengatakan, dari jumlah anggota DPR Papua 69 orang, satu berhalangan tetap, namun yang hadir hanya 22 orang anggota dewan, 46 anggota lainnya belum hadir.

Rapat paripurna yang telah berjalan dua hari itu, kata Yulianus, semestinya telah selesai dilaksanakan lantaran masih ada Raperda yang segera ditetapkan sampai batas waktu 19 Juli 2022.

“Sesuai tata tertib, untuk pengambilan keputusan butuh kehadiran paling tidak setengah anggota dewan. Dari jumlah anggota dewan yang hadir sampai pukul 21.05 WIT dan ditambah empat anggota dewan yang baru hadir, jumlah kita belum mencapai quorum,” kata Yulianus.  

Usai skors sidang paripurna DPR Papua, Yulianus mengatakan jika rapat paripurna membahas Raperdasi dan Raperdasus non APBD sudah dilakukan sejak Kamis, 23 Juni 2022.

Yulianus mengatakan, hasil rapat badan musyawarah (bamus) telah disepakati bahwa rapat paripurna akan dilanjutkan pada Senin, 27 Juni 2022 pukul 15.00 WIT.

“Kami berharap tidak ada halangan, karena disaat yang bersamaan ada agenda LKPJ Gubernur. Mudah-mudahan melalui fraksi, anggota dewan akan dihubungi untuk bisa datang mengambil bagian dalam rapat paripurna,” ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi V DPR Papua, Fauzun Nihayah dan H.Kusmanto dari Fraksi Keadilan Nurani secara bersama menyarankan dilakukan bamus untuk menentukan kembali jadwal rapat paripurna penetapan Raperdasi dan Raperdasus Non APBD. (Tia)