Ini Kronologi Sekda Sarmi Dianiaya Warga yang Palang Jembatan Muara Tor

Korban luka akibat dianiaya warga yang palang jembatan Muara Tor Sarmi mendapat perawatan medis di Puskesmas.

Keterangan gambar : Kondisi Sekda Sarmi, Elias Bakay usai mendapat perawatan medis pasca dianiaya warga yang memalang jembatan Muara Tor Sarmi, Papua. (Foto : Istimewa)

JAYAPURA, Potret.co – Pasca aksi pemalangan jembatan Muara Tor yang dilakukan oleh masyarakat Mafentor menuntut pembayaran hak ulayat, saat ini sudah bisa dilalui kembali.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, mengatakan aparat Kepolisian sejak pukul 20.00 WIT sudah membuka palang dan saat ini sudah bisa dilalui oleh masyarakat.

“Saat ini palang yang dilakukan oleh masyarakat Mafentor telah dibuka oleh aparat Kepolisian untuk kepentingan warga yang akan melintas baik dari arah Sarmi ke Jayapura dan sebaliknya,” kata Kamal, Sabtu (28/5/2022).

Kamal menjelaskan, kejadian pemalangan yang dilakukan oleh masyarakat Mafentor menuntut pembayaran hak ulayat dari pemerintah daerah atas aliran sungai Muara Tor yang melintas sampai di jembatan Muara Tor.

“Pemalangan itu dimulai pada pukul 13.15 WIT, yang diikuti kurang lebih 100 orang dengan membakar ban bekas di atas jembatan,” ucap Kamal.

Mobil dinas milik Kepolisian dirusak warga yang melakukan pemalangan jembatan Muara Tor Sarmi

Kemudian massa ditemui oleh Kepala Distrik Fien Izak Yawir dan memberikan pemahaman kepada warga namun tidak dihiraukan.

“Mengetahui adanya pemalangan tersebut, personel Polres Sarmi tiba di TKP berupaya melakukan koordinasi dengan massa agar menghentikan aksinya, namun massa tetap tidak mengindahkan,” lanjut Kabid Humas.

Selanjutnya pada pukul 17.00 WIT Sekda Kabupaten Sarmi Elias Bakay bersama Kabag Ops Polres Sarmi beserta anggota tiba di TKP untuk berdialog dengan massa, namun massa kurang puas dan tidak menerima hasil dialog sehingga massa melakukan aksi anarkis.

“Tidak terima dengan hasil dialog itu massa kemudian melakukan penganiyaan terhadap Sekda Kabupaten Sarmi  serta anggota yang sedang mengamankan aksi tersebut dan merusak dua kendaraan dinas milik Kepolisian,” ujar  Kamal.

Melihat aksi massa yang semakin tidak terkendali, anggota kemudian memblokade jalan untuk menghalangi aksi massa, akan tetapi massa yang beringas malah menyerang petugas dengan jubi dan anak panah.

Atas tindakan anarkis massa, aparat Kepolisian melakukan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan massa, kemudian masaa mundur ke arah Kampung Mafen Tor. Selanjutnya Sekda Kabupaten Sarmi diamankan oleh anggota ke Puskesmas untuk mendapat perawatan medis.

Atas kejadian tersebut, Sekda Kabupaten Sarmi dan 3 anggota Polisi serta 4 warga mengalami luka-luka dan sudah mendapat perawatan medis di Puskesmas Sarmi.

Kombes Pol Kamal mengimbau kepada masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab serta menyerahkan kasus ini kepada pihak Kepolisian agar situasi kamtibmas di Kabupaten Sarmi tetap aman dan kondusif. (Red)