Ini Hasil FGD Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Papua

Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Papua usai gelar FGD

Keterangan gambar : Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Papua (SPMP)  usai gelar Fokus Group Discussion (FGD) Selasa, di Kota Jayapura. (Foto : Min)

JAYAPURA, Potret.co – Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Papua (SPMP) menggelar Fokus Group Discussion (FGD) terkait manfaat Daerah Otonomi Baru (DOB) bagi rakyat Papua.

FGD yang digelar di Waena, Selasa, 17/5/2022 ini mengangkat tema Manfaat Daearah Otonomi Baru (DOB) bagi rakyat Papua yang menghadirkan Akademisi, tokoh Agama, tokoh Pemuda.

Dosen Universitas Cenderawasih Dr. Basir Rohrohmana, SH. M.Hum menjelaskan bahwa, di dalam UU no 2 tahun 2021 Pemekaran daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota menjadi Provinsi – Provinsi dan Kabupaten / Kota dapat dilakukan atas persetujuan MRP dan DPRP setelah memperhatikan dengan sungguh-sungguh kesatuan sosial-budaya, kesiapan sumber daya manusia, kemampuan ekonomi, dan perkembangan pada masa yang akan datang.

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat dapat melakukan pemekaran daerah provinsi dan kabupaten/kota menjadi daerah otonom untuk mempercepat pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat, serta mengangkat harkat dan martabat Orang Asli Papua dengan memperhatikan aspek politik, administratif, hukum, kesatuan sosial-budaya, kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur dasar, kemampuan ekonomi, perkembangan pada masa yang akan datang, dan/atau aspirasi masyarakat Papua.

 “Pemekaran daerah provinsi dan kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tanpadilakukan melalui tahapan daerah persiapan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang mengenai pemerintahan daerah,” kata Basir

Pemekaran harus menjamin dan memberikan ruang kepada Orang Asli Papua dalam aktivitas politik, pemerintahan, perekonomian, dan sosial-budaya.

Sementara itu Ketua Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Papua Nikson Hesegem mengatakan, kami dari Pemuda dan Mahasiswa Papua melakukan kegiatan Fokus Group Discussion ini sebagai bagian pertanggung jawaban kami kepada masyarakat.

“Kami tidak punya kewenangan dalam hal mendukung ataupun menolak. Tetapi kami punya tanggung jawab sebagai representasi dari masyarakat untuk memberikan pencerahan ataupun pemikiran – pemikiran yang baik untuk kita sampaikan kepada masyarakat untuk menjadi rekomendasi jika kedepanya Daerah Otonomi Baru (DOB) disahkan,” Ucap Nikson Hesegem

Sehingga jika DOB di sahkan kami sudah punya bayangan untuk berdiri di posisi mana dalam arti bahwa kami sudah siap untuk di tempatkan dimana saja dalam bekerja.

kami hanya bisa memberikan kontribusi pemikiran kepada masyarakat sehingga mereka punya kesiapan sehingga tidak menjadi penonton diatas negerinya sendiri.

“Kami juga tidak mau kerena ketidak siapan itu sehingga orang lain yang menguasai sehingga kita yang anak negeri terpinggirkan,” ujarnya.

Yops Itlay selaku mantan Ketua BEM Uncen mengatakan, teman-teman mahasiswa disini saya mau sampaikan bahwa kita semua berada di garis yang sama yaitu menolak Otsus jilid II

Tetapi kita lihat kembali bahwa, selama ini kita Demo minta untuk Otsus Jilid II di tolak, tetapi saat ini yang berkuasa adalah pemerintah pusat, mereka menggunakan kekuasaan mereka sehingga Otsus Jilid II ini akhirnya di lanjutkan

Untuk itu saya mengajak kita untuk  kembali berpikir yang logis bahwa jika Pemekaran DOB jadi, kita ini harus berada di posisi mana, ini yang harus kita pikirkan sama halnya seperti Otsus Jilid II, kami tolak tetapi akhirnya di lanjutkan lagi, tetapi posisi kita saat ini di mana

” Satu pesan saya bahwa jika Pemekaran DOB ini berhasil di mekarkan, maka kita sudah siap untuk menerima itu, dan tahu posisi kita yang jelas,” Kata Yops Itlay. (Min)