Hentikan Konflik, Bupati Intan Jaya Berupaya Lakukan Pendekatan dengan KKB

Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni saat berbincang dengan Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw  usai rapat Bersama, di Gedung  II DPR Papua, Senin (22/11/2021) malam. (Foto : Tiara)

Keterangan gambar : Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni (kanan) saat berbincang dengan Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw  usai rapat Bersama, di Gedung  II DPR Papua, Senin (22/11/2021) malam. (Foto : Tiara)

JAYAPURA, Potret.co – Terkait konflik yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya selama sepekan ini, Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni mengungkapkan jika pihaknya akan terus berupaya melakukan pendekatan dan menjalin komunikasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB di daerahnya. Namun, Natalis meminta dukungan TNI dan Polri.

“Jadi bukan kami saja  yang komunikasi dengan mereka, tapi itu juga dilakukan TNI dan Polri agar mereka tidak lakukan aksi yang bisa merugikan semua pihak,” kata Bupati Natalis Tabuni usai rapat bersama di DPR Papua, Senin (22/11/2021) malam.

Natalis mengungkapkan bahwa KKB yang beroperasi di daerahnya tidak hanya satu kelompok, melainkan beberapa kelompok, bahkan, lanjut Natalis, ada yang sangat memperjuangkan TPN OPM sejak dahulu, salah satunya kelompok Ayub Waker.

“Ada juga kelompok yang mencari eksistensi diri dengan melakukan penembakan di beberapa tempat, namun motivasinya belum tentu jelas. Kami sudah melakukan identifikasi masing-masing. Kalau kelompok yang dipimpin Ayub Waker yakni Sabinus Waker kami sudah lakukan komunikasi, bahkan ada kesepakatan untuk berhenti perang itu jelas. Karena dari sejak awal sampai sekarang, pasukannya tidak terlibat penembakan,” jelas Bupati Natalis.

Sedangkan kelompok yang baru muncul, kata Bupati Natalis, berasal dari Paniai, Nduga, Puncak Jaya, sehingga harus dilakukan komunikasi yang lebih serius lagi dengan mereka dan memang membutuhkan kesabaran ekstra mendekati mereka sejak tahun 2019.

“Semoga komunikasi yang kita lakukan ini ke depannya dimengerti dan memahami serta  mengendalikan diri untuk berhenti melakukan aksi – aksi yang bisa menimbulkan konflik yang berkepanjangan,” kata Natalis.

“Kami berharap bisa duduk satu meja bersama mereka (KKB). Dari proses berjalan dengan dukungan semua pihak, dari DPR Papua, Gubernur, Panglima dan Kapolda dan lainnya, kita memiliki keinginan bersama, saya pikir ke depan akan lebih baik,” sambungnya.

Bupati Natalis membenarkan bahwa keberadaan KKB pimpinan Ayub Waker yang kini dipimpin Sabinus Waker sudah tidak terlibat penembakan di Intan Jaya.

“Karena meski mereka dari awal sejak pemekaran terjadi, sudah ada karena mereka afiliasi dari Tembagapura, Mimika. Begitu periode pertama kami pimpin dan periode kedua ini, mereka tidak melakukan aksi – aksi, tapi mereka mendengar dan bersiap, namun ada kelompok baru yang masuk, ini yang sering menimbulkan konflik,” tegas Bupati.

Sementata itu, Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw mengapresiasi upaya yang dilakukan Bupati Intan Jaya untuk menjalin komunikasi dan pendekatan dengan KKB di wilayahnya.

“Kami memberikan apresiasi luar biasa kepada bupati, dimana pendekatan secara kekeluargaan bisa dilakukan dan itu terbukti. Harusnya ini yang didorong, agar komunikasi terus terbangun dan semoga konflik ini bisa berakhir,” ujar Jhony.

Menurutnya, dengan adanya komunikasi yang dijalin seperti itu,  pihaknya berharap agar jangan sampai ada stigma bahwa kepala daerah juga bagian dari separatis atau OPM.  Namun, itulah  merupakan upaya – upaya yang dilakukan.

“Saya pikir ini harus tegas. Jangan sampai pak bupati berkomunikasi, kemudian dicap bahwa bupati sebagai bagian dari TPN – OPM. Tapi ini komunikasi kekeluargaan yang baik dan itulah keunikan di Papua, seharusnya cara seperti ini yang dipakai oleh pemerintah pusat, datang untuk melakukan pendekatan, berdiskusi dan membuka ruang. Ini sebenarnya dialog – dialog kecil dan saya lihat ini bagian dari dialog,” kata Jhony. (Tia)