Hengky Jokhu : PON XX Jadi Mubazir Tanpa Keterlibatan Jurnalis

Ketua LSM Papua Bangkit, Hengky Jokhu. Foto Irfan

KABUPATEN JAYAPURA, Potret.co – Peran dan fungsi media massa begitu penting dalam perkembangan komunikasi masyarakat. Media massa juga mengacu pada teknologi yang digunakan sebagai saluran untuk sekelompok kecil orang untuk berkomunikasi dengan lebih banyak orang. Media massa digunakan untuk menjangkau perhatian khalayak luas.

Peran dan fungsi media massa memasuki berbagai aspek kehidupan masyarakat. Media massa adalah bentuk transportasi komunikasi massa, yang dapat didefinisikan sebagai penyebaran pesan secara luas, cepat, dan terus menerus kepada audiens yang besar dan beragam dalam upaya untuk mempengaruhi mereka dalam beberapa cara.

Terlebih lagi saat ini ada pelaksanaan PON XX di Papua tahun 2021, yang membutuhkan publikasi yang bagus kepada khalayak ramai.

Hal itu disampaikan Ketua LSM Papua Bangkit, Hengky Jokhu lantaran mengetahui tidak adanya perhatian yang baik bagi media massa di Kabupaten Jayapura.

Karenanya Hengky meminta kepada Sub PB PON XX setempat agar bisa memberikan porsi yang baik sesuai kebutuhan publikasi dalam pelaksanaan PON XX Papua Tahun 2021.

“Mau tidak mau, pemerintah daerah dalam hal ini Sub PB PON harus betul-betul siap dengan segala potensi yang ada untuk menyambut event olahraga nasional tersebut. Dalam konteks seperti itu, mereka harus mengalokasikan anggaran untuk publikasi. Jadi semua iven ini menjadi mubasir dan tidak ada artinya, tanpa publikasi yang bagus,” ujarnya, Kamis (16/9/2021).

Menurutnya, event PON XX di Papua tidak ada artinya, tanpa adanya peran aktif dari para jurnalis atau awak media dalam mempublikasikan informasi yang baik dan bagus seputar PON.

“Sebagai masyarakat, pastinya saya akan mengikuti perkembangan pagelaran PON XX melalui berita-berita yang digarap oleh para awak media ini, dan dengan begitu masyarakat mengikuti perkembangan seputar PON XX,” ucapnya.

“Sehingga hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kontribusi yang besar bagi pemerintah daerah setempat. Untuk itu, berikanlah porsi yang baik bagi mereka,” sambung Hengky.

Dia mengatakan, apabila ada hal-hal yang belum diselesaikan dengan baik oleh tuan rumah penyelenggaraan PON, dengan adanya peran aktif dari para jurnalis tentu bisa menutupi kekurangan itu melalui pemberitaan yang dipublikasikan.

Karena itu, dia berharap kepada bidang terkait bisa memberikan perhatian yang baik bagi para kuli tinta tersebut.

“Sebagai tuan rumah penyelenggara tidak memberikan porsi yang baik kepada media lokalnya, maka dampaknya ini akan menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan bersama pada event PON kali ini. Oleh karena itu, saya harap berikanlah perhatian yang baik agar mereka juga bisa memainkan perannya pada momen ini,” ucap Hengky.

“Tentunya perlu diberikan apresiasi yang tinggi kepada para jurnalis, karena selama ini mereka selalu menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi yang baik seputar PON kepada publik. Sehingga, dirinya meminta secepatnya bidang terkait bisa mengurus nasib dari para awak media tersebut<’ lanjut dia.

Hengky berharap, secepatnya Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura dalam hal ini bidang terkait, bisa mengambil langkah-langkah yang baik dan bijak untuk mengakomodir media massa menjelang PON, bidang terkait bisa mengatur hak – hak mereka. (Irf)