Fraksi Demokrat Minta KPK Pertimbangkan Kondisi Kesehatan Gubernur Lukas Enembe

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Papua, Mustakim HR 2

JAYAPURA, Potret.co –  Fraksi Partai Demokrat DPR Papua meminta Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK mempertimbangkan kembali pemanggilan terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe untuk diperiksa sebagai tersangka dugaan gratifikasi senilai Rp1 milliar.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Papua, Mustakim HR mengatakan, permintaan tersebut disampaikan menyusul kondisi kesehatan Lukas Enembe dan situasi Papua.

Mustakim mengatakan, saat ini Lukas Enembe tengah sakit. Bahkan, Pengacara bersama Dokter Pribadi juga telah menyampaikan ke KPK di Jakarta saat panggilan kedua dilayangkan.

“Polemik pada saat ini yang ada ditengah-tengah masyarakat, sesungguhnya masyarakat tidak menghalang-halangi proses hukum, tetapi mereka hanya memberikan pertimbangan keadilan dan kemanusiaan atas kondisi kesehatan beliau,” ujar  Mustakim, Selasa (27/9/2022).

Terlebih, kata dia, sakitnya Lukas Enembe bukan direkayasa, namun telah diderita sejak tiga tahun lalu jauh sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Menurutnya, Lukas Enembe sebagai tokoh Papua, sebagai aparatur dan gubernur, sudah tentu taat dan patuh hukum, namun disaat bersamaan dua kali pemanggilan oleh KPK, ia tidak bisa hadir lantaran sakit.

Dia meminta KPK mencari solusi yang terbaik terkait kondisi kesehatan Lukas Enembe dalam rencana pemeriksaan terhadap dugaan gratifikasi tersebut.

“Tidak satupun masyarakat Papua menghalang-halangi untuk dilakukan proses hukum. Masyarakat  justru mendukung untuk penegakkan hukum, tetapi kondisi kesehatan beliau juga harus dipertimbangkan,” ucapnya.

Menanggapi pemanggilan paksa terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe, Mustakim berharap hal tersebut bisa dipertimbangkan kembali dengan baik, mengingat kondisi kesehatan Gubernur Papua dan kondisi di daerah ini.

“Saya pikir segala kekuatan alat negara mampu menjemput paksa, namun harus dipertimbangkan situasi, bukan hanya di Jayapura atau lingkungan tempat tinggal beliau yang masih dijaga oleh ratusan masyarakat sampai hari ini, tapi secara keseluruhan pasti akan bergejolak,’’ ujarnya. (Tia)