Emus Gwijangge Menilai Pemekaran Papua Terkesan Didorong Hanya untuk Incar Jabatan

Anggota Komisi I DPR Papua, Emus Gwijangge.

Keterangan gambar : Anggota Komisi I DPR Papua yang juga Ketua Bapemperda DPR Papua Emus Gwijangge. (Foto : Tiara)

JAYAPURA, Potret.co – Anggota Komisi I DPR Papua bidang pemerintahan, politik, hukum, HAM dan Keamanan, Emus Gwijangge mengingatkan para elit politik untuk tidak berupaya mendorong rencana pemekaran Papua lantaran terkesan hanya mengincar jabatan.

Emus yang juga Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPR Papua ini menilai jika gencar mendorong rencana pemekaran tersebut adalah para kepala daerah atau bupati di Papua yang telah menjabat selama dua periode.

“Jadi terkesan para bupati ini mendorong pemekara hanya untuk mencari jabatan baru saat periode mereka akan berakhir. Bahkan, mereka mengabaikan aspirasi masyarakat,” kata Emus melalui telepon, Senin (20/6/2022).

Menurut Politisi Partai Golkar ini, semestinya para bupati yang mendorong pemekaran hendaknya mendengar aspirasi masyarakat lantaran selama ini DPR Papua telah menerima aspirasi dari berbagai kabupaten, dan sebagian besar menolak pemekaran.

“Para bupati diakhir masa jabatannya sebaiknya menginstropeksi diri. Apakah selama mereka memimpin sudah melakukan yang terbaik untuk rakyatnya. Kemudian apakah kebijakannya selama ini sudah sesuai harapan rakyat atau belum,” ujarnya.

Dia juga menilai bahwa masih banyak kabupaten di Papua belum maksimal dalam pelayanan pemerintahan.

“Seharusnya itu yang dievaluasi. Jangan terkesan karena masa jabatan sudah mau berakhir, lalu berupaya mencari jabatan baru dan mendorong pemekaran,” ucap Emus.

Dia menambahkan bahwa pemekaran mesti mempertimbangkam berbagai aspek. Sebab apa dampak baik dan buruknya terhadap masyarakat serta daerah.

Emus menegaskan bahwa dirinya tidak bicara menolak atau mendukung pemekaran. Namun, dia menginginkan tidak ada kepentingan tertentu di balik upaya para bupati dan tokoh politik yang mendorong pemekaran.

‘’Karena dampaknya nanti rakyat yang akan merasakan,” kata Emus. (Tia)