Danrem Tegaskan Korban Pembantaian KKB di Nduga Murni Pelaku Ekonomi

Danrem 172 PWY, Brigjen TNI JO Sembiring saat diwawancara..

Keterangan gambar : Danrem 172 PWY, Brigjen TNI JO Sembiring saat diwawancara. (Foto : Syahriah)

JAYAPURA, Potret.co – Komandan Korem (Danrem) 172/PWY, Brigjen TNI JO Sembiring menegaskan bahwa 13 warga sipil yang menjadi korban pembantaian kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung  Nonggoliat, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua pada 16 Juli 2022 murni pelaku ekonomi.

“Para korban pembantaian ikut membangun daerah tersebut. Mereka bukan orang-orang yang sering disebut sebagai intel, itu tidak benar,’’ kata Danrem usai merilis pelaksanaan Festival Musik Anak Jalanan di Makorem 172/PWY, Selasa (19/7/2022).

Danrem mengatakan, para korban bekerja dibidang perekonomian diantaranya pedagang, sopir dan pekerja bangunan.

Danrem mengatakan, pelaku pembantaian adalah KKB pimpinan Army Tabuni yang didominasi kelompok anak muda berusia 20-25 tahun dan masih bagian dari KKB pimpinan Egianus Kogoya.

‘’Bahkan, ada juga yang masih berusia dibawah 20 tahun. Jadi bukan kelompok baru. Mereka ini kerap merangkul pemuda sebayanya untuk bergabung. Kita sudah mengetahui identitas mereka,’’ jelas Danrem.

Sementara itu, pasca kejadian, situasi di Kota Kenyam berjalan seperti biasa. Beberapa kios atau toko sudah membuka kembali tempat usaha mereka. Namun, kata Danrem, warga masih trauma pasca kejadian pembantaian tersebut.

Danrem mengungkapkan bahwa aparat gabungan masih melakukan pengamanan di wilayah tersebut lantaran masih ada warga yang tinggal di Kenyam.

‘’Ada langkah-langkah hukum yang akan dilakukan Polri dibantu TNI terhadap para pelaku,’’ ujarnya.

Terkait penambahan pasukan, Danrem mengatakan, akan dilakukan, namun pihaknya masih melihat perkembangan situasi di daerah tersebut.

‘’Jika diperlukan, kami akan mengerahkan sumber daya yang kami miliki. Terlebih tempat kejadian  pembantaian terhadap warga sipil merupakan kampung yang berada di jalur perbatasan Batu – Kenyam yang dilalui untuk pengiriman logistik melalui transportasi air,’’ jelas Danrem. (Tia)