Danrem 172/PWY Kecam Pernyataan Efendi Simbolon

Danrem 172 PWY, Brigjen TNI JO Sembiring saat diwawancara 2

Keterangan gambar : Danrem 172 PWY, Brigjen TNI Juinta Omboh Sembiring saat diwawancara. (Foto : Istimewa)

JAYAPURA, Potret.co  – Kecaman terhadap Anggota DPR RI, Effendi Simbolon atas pernyataannya yang menyamakan TNI seperti gerombolan bahkan melebihi ormas terus disuarakan oleh prajurit TNI dari berbagai penjuru Nusantara termasuk dari Papua.

Sebelumnya Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menyayangkan pernyataan Politisi PDIP tersebut, kini Danrem 172/PWY Brigjen TNI Juinta Omboh Sembiring angkat bicara.

Danrem mengecam keras dan menyebut Efendi simbolon hanya mencari popularitas murahan dari pernyataan tersebut.

“Pernyataannya yang menyatakan TNI seperti gerombolan, lebih-lebih dari ormas sangat menyakiti hati saya dan prajurit saya. Saya meyakini hati kecil setiap prajurit TNI kecewa dengan pernyataan Effendi Simbolon tersebut,” ucap Danrem di aula Makorem 172/PWY, Rabu (14/9/2022).

Danrem menilai, anggota Komisi I DPR RI tersebut sedang berupaya mengadu domba pimpinan TNI dengan tujuan memecah belah.

“Saya tegaskan prajurit saya tetap satu komando. Atasan kami bukan EF (Effendi Simbolon) tapi bapak Pangdam, Kasad, Panglima TNI dan Presiden. Ketika kita menjabat harus tahu diri karena jabatan ini tidak abadi, tetapi ada masanya,’’ ucap Danrem.

Menurutnya, pernyataan EF telah membuat kegaduhan di Republik ini. Karena sebagai seorang intelektual, seharusnya bisa membedakan apa yang dimaksud gerombolan dan TNI. Gerombolan adalah sekumpulan orang-orang pengacau, sedangkan TNI adalah benteng pertahanan negara.

Secara tegas, Danrem juga meminta EF untuk mundur dari jabatannya sebagai wakil rakyat di DPR RI.

“Jika tidak bisa menjadi cerminan bagi masyarakat maka mundur saja, kami lebih hormat kepada Ketua DPRD Lumajang H. Anang Akhmad Saifuddin yang berani mengundurkan diri dari jabatannya, hanya karena salah melafalkan Pancasila, walaupun itu menurut kami hanya ketidaksengajaan. Tetapi kami menaruh hormat kepada beliau yang gentle mengakui kesalahannya,’’ ucap Danrem. (Red)