BPBD Kota Jayapura Mitigasi Dampak Perubahan Iklim

Bernard J Lamia

JAYAPURA, Potret.co – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura memprediksi kondisi cuaca dan iklim sepanjang tahun ini lebih dominan hujan.

Kepala Stasiun Klimatololgi BBMKG Wilayah V Jayapura, Dony Christianto mengatakan, tahun ini lebih banyak hujan karena pengaruh La Nina yang telah terjadi menjelang akhir tahun 2020, namun efeknya masih terasa sampai Mei lalu.

“Meski efek La Nina telah berakhir, tetapi masih terasa sampai saat ini. Prediksi kami akan banyak hujan pada bulan September dan Oktober,” kata Dony.

Menyikapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura melakukan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana (mitigasi) akibat dari perubahan cuaca dan iklim yang terjadi.

Kepala BPBD Kota Jayapura, Bernard J. Lamia mengatakan, telah menerima data dari BBMKG mengenai perubahan cuaca dan iklim. Dari data tersebut, kata Bernard, Kota Jayapura memasuki musim kemarau hingga puncaknya pada Agustus mendatang.

“Tetapi, kami sudah melakukan antisipasi untuk menghadapi perubahan cuaca berdasarkan prediksi BBKMG akan lebih banyak hujan setelah Agustus yaitu September dan Oktober,” ucap Bernard, Rabu (23/6/2021).

Bersama instansi terkait lainnya, BPBD Kota Jayapura telah membentuk Tim Penanganan Bencana. Tim ini, kata Bernard, rutin memantau perkembangan terkini perubahan cuaca dan iklim agar dapat melakukan antisipasi sebelum bencana terjadi.

“Kita saling koordinasi, jadi masing – masing instansi melakukan tugasnya untuk mengantisipasi dampak perubahan cuaca dan iklim yang terjadi, dan terus mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada,” kata Bernard. (Ari)