Biaya Kuliah 355 Mahasiswa di Luar Negeri Belum Dibayar, Ini Penjelasan Pemprov Papua

Muhammad Musa'ad

Keterangan gambar : Asisten II Setda Papua, Muhammad Musa’ad saat diwawancara dalam satu kesempatan. (Foto : Syahriah)

JAYAPURA, Potret.co – Pemerintah Provinsi Papua menyatakan sampai sekarang belum bisa membayar biaya kuliah 355 mahasiswa penerima beasiswa yang tengah menempuh pendidikan di universitas yang tersebar di lima negara.

Asisten II Setda Provinsi Papua, Muhammad Musa’ad menyebutkan, kondisi tersebut disebabkan Dana Otonomi Khusus atau Ostus tahap pertama tak kunjung dicairkan oleh Kementerian Keuangan.

“Kami target sampai 31 Maret lalu sudah dibayarkan ke pihak universitas, tapi ternyata uang yang kita harapkan untuk menyelesaikan pembayaran tersebut yang bersumber dari Dana Otsus sampai hari ini belum ditransfer dari Kemenkeu,” kata Musa’ad usai melakukan pertemuan dengan Pimpinan Media Massa di Aula Dinas Kominfo Papua, Selasa (12/4/2022).

Menurutnya, dari hasil komunikasi dengan pihak Kementerian Keuangan, Dana Otsus tahap pertama belum bisa dicairkan karena belum dibuat aturannya dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

“Padahal Kemendagri sudah mengeluarkan rekomendasi kepada Kemenkeu sejak beberapa pekan lalu. Ini yang kami sayangkan, sebab sejak dua Peraturan Pemerintah turunan UU Otsus ditetapkan 6 bulan lalu, tapi PMK terkait pencairan Dana Otsus belum juga jadi,” ujarnya.

Musa’ad menambahkan, Pemerintah Provinsi Papua akan mengambil langkah-langkah untuk menyikapi masalah ini, diantaranya dengan menyurat kepada pihak universitas untuk memperpanjang batas waktu pembayaran biaya kuliah mahasiswa.

‘’Kami juga akan meminta Kemenkeu untuk segera mencairkan Dana Otsus itu. Kami juga sudah bertemu dengan para orang tua mahasiswa dan menjelaskan perihal masalah ini. Semoga dalam waktu cepat Dana Otsus tahap pertama ditransfer,” ucap Musa’ad.

Diketahui, berdasarkan data BPSDM Provinsi Papua, total sebanyak 355 mahasiswa aktif yang belum dibayarkan biaya kuliah oleh Pemerintah Provinsi Papua akibat keterlambatan pencairan Dana Otsus tahap pertama.

355 mahasiswa tersebut, masing-masing 204 mahasiswa di Amerika Serikat, 68 mahasiswa di Australia, 7 mahasiswa di Jepang, 17 mahasiswa di Kanada dan 59 mahasiswa di Selandia Baru. (Ari)