Begini Penjelasan Jubir Soal Potongan Video Gubernur Lukas Enembe Orang Papua Tidak Bahagia

Juru Bicara Gubernur Papua, M. Rivai Darus ketika memberikan keterangan pers kepada wartawan di Jayapura, Selasa

Keterangan gambar : Juru Bicara Gubernur Papua, M. Rivai Darus (kanan) ketika memberikan keterangan pers di Jayapura, Selasa (15/2/2022). (Foto : Pasificpos.com)

JAYAPURA, Potret.co  – Beredar potongan video Gubernur Papua, Lukas Enembe yang mengungkapkan bagaimana kondisi masyarakat Papua di Bumi Cenderawasih hidup tidak bahagia. Dalam potongan video yang beredar 8 Februari 2022,  termuat pernyataan Gubernur saat sambutan.

Video yang disebarkan tersebut cukup merugikan nama baik Gubernur Papua lantaran video yang tersebar tersebut bukanlah satu kesatuan video yang utuh dan berakibat makna asli yang hendak disampaikan Gubernur menjadi hilang arah.

Melansir Pasificpos.co, Juru Bicara (Jubir) Gubernur Papua, M Rivai Darus dalam keterangan persnya, Selasa (15/2/2022) menjelaskan bahwa Gubernur Lukas Enembe melakukan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Tolikara, tepatnya untuk melakukan peresmian Bandar Udara Mamit, Distrik Kembu pada 8 Februari 2022.

Sebelum menuju Mamit, Gubernur Lukas selalu menyempatkan waktu untuk melakukan dialog tatap muka bersama masyarakat. Kala itu, Gubernur dan rombongan menggelar pertemuan bersama masyarakat di Karubaga, ibukota Kabupaten Tolikara.

Masyarakat Tolikara yang hari itu datang dengan ragam profesi, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan masyarakat umum lainnya menyampaikan kegembiraan mereka karena telah melepas rasa rindu kepada Anak Asli Mamit, Lukas Enembe.

Gubernur Lukas Enembe kemudian bertolak menuju Distrik Mamit pada 8 Februari 2022 untuk meresmikan Bandar Udara Mamit. Sepanjang acara peresmian tersebut, tampak Gubernur Lukas beberapa kali meneteskan air matanya, bukan hanya karena rasa sedih, tapi seluruh perasaan gembira, senang, bangga dan haru bercampur menjadi satu.

Gubernur mengatakan bahwa tempat kelahirannya saat ini telah bergerak maju. “Bisa dibayangkan, Mamit adalah wilayah kecil dan terbelakang pada tahun 1963, karena berkat Tuhan yang melimpah, Mamit dihadiahkan seorang putra aslinya menjadi Gubernur Provinsi Papua selama dua periode, ini adalah berkat untuk Mamit, bukan hanya untuk saya, ungkap Gubernur kala itu.

Gubernur Lukas Enembe, kata Rivai, juga menceritakan bagaimana keberadaan injil melahirkan manusia asal Mamit menjadi manusia yang unggul dan hebat.

Gubernur menambahkan bahwa memang ia lahir dan tumbuh di Mamit, tapi kehidupannya saat ini tidak hanya untuk Mamit, tapi untuk segenap orang yang ada di Tanah Papua, “Ko harus catat itu!” tutup Gubernur.

“Narasi demi narasi terus bergulir dari lisan seorang Gubernur Lukas Enembe, sampai akhirnya beliau mengatakan bahwa ia hidup untuk membela kepentingan orang-orang Papua. Masih banyak saudara-saudara yang menderita dan menangis karena masih dalam taraf hidup yang belum mencapai titik bahagia,” ujar Rivai Darus.

Gubernur lanjut berkata bahwa “seluruh orang Papua di muka bumi ini tidak happy dan mereka tidak hidup dalam kebahagiaan”, hal itu dikatakan sebab di beberapa daerah seperti Puncak, Pegunungan Bintang dan Maybrat masih banyak orang Papua yang menangis karena faktor keamanan.

Pernyataan “seluruh orang Papua tidak happy” adalah sebuah sikap wajar dan manusiawi. Bagaimana bisa masyarakat di Jayapura bahagia apabila saudaranya yang ada di tempat lain harus menderita karena persoalan keamanan sangat rentan.

Pernyataan tersebut adalah sebuah sikap “satu rasa dan satu jiwa” yang hendak ditunjukkan oleh Bapak Lukas kepada publik. Beliau ingin rasa bahagia itu menghampiri seluruh masyarakatnya di seluruh penjuru Papua, tanpa terkecuali.

Selain itu, pernyataan Gubernur Lukas Enembe tersebut berkaca dari data resmi dari Badan Pusat Statistik yang memang mencatatkan Indeks Kebahagian Provinsi Papua dengan nilai 69,87 pada tahun 2021.

Meskipun nilai Indeks Kebahagiaan Provinsi Papua belum memuaskan jika dibandingkan dengan Provinsi lain. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa kenaikan Indeks Kebahagiaan Papua sejak tahun 2014 hingga 2021 menjadikan Papua sebuah Provinsi dengan nilai kenaikan yang paling signifikan.

Hal ini menunjukan kerja keras dan perjuangan Gubernur Lukas Enembe dalam menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Papua

Berkenaan dengan itu, Gubernur Lukas Enembe meminta kepada seluruh pihak untuk tidak mengartikan sempit atas narasi yang diucapkannya.

“Jangan biarkan orang-orang yang memiliki kepentingan politik jangka pendek terus menerus menggunakan potongan video tersebut untuk menjatuhkan Gubernur,” ucapnya.

“Termasuk dalam hoax yang baru beredar berkenaan dengan Deklarasi Independent Papua Movement di Bali tanggal 16 Februari 2022 yang menggiring keterlibatan beliau,” sambung Rifai Darus.

Gubernur Papua Lukas Enembe senantiasa berkomitmen dengan menjalankan tugas sebagai Pimpinan Pemerintah Provinsi Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, dalam rangka menghadirkan kesejahteraan masyarakat Papua. (Red)